Terungkap Istri Prabu Siliwangi, Carita Ratu Pakuan Sebut 56 Nama dan Asal-usulnya

oleh -4.847 views
Suatu naskah yang berbentuk pantun yang di tulis oleh pujangga yang bernama Kairaga, dari gunung Srimanganti, Cikuray. Naskah ini diperkirakan ditulis pada akhir abad ke-17 M atau awal abad 18 M dalam bahasa Sunda, yang dapat ditemukan pada Karopak 410. Naskah ini menceritakan dengan indah tentang kepindahan ratu Ambetkasih, istri Sribaduga maharaja Jayadewata dan selirnya, dari istana Galuh ke istana Pakuan. (Sumber: sundasiabah.blogspot.co.id)

CARUBAN NAGARI-Seperti telah diketahui Urang Sunda bahwa raja yang sangat dihormati adalah Prabu Siliwangi. Meskipun sosoknya masih menjadi perdebatan para ahli mengenai Raja yang tepat menyandang gelar “Siliwangi” adalah yang mana? Karena di Kerajaan Sunda-Galuh-Pajajaran terdapat 40 Raja. Mengapa kesulitan menentukan sosok Prabu Siliwangi?

Siliwangi adalah sebuah nama julukan rakyat sunda pada saat itu kepada sang raja yang memerintah dengan adil dan bijaksana. Hal ini tercantum dalam naskah wangsakerta:

“Kawalya ta wwang sunda lawan ika wwang carbon mwang sakweh ira wwang jawa kulwan anyebuta prabhu siliwangi raja pajajaran. Dadyeka dudu ngaran swaraga nira”

Nama Siliwangi juga tercantum dalam kropak 306 fragmen carita parahyangan. Juga tertulis dalam naskah sanghyang siksa kandang karesian yang ditulis pada 1518.

Untuk itu, secara umum dalam naskah ini memfokuskan bahasan bahwa yang dimaksud Prabu Siliwangi adalah Sri Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja yang berkuasa di Pakuan Pajajaran. Sosok Gusti Prabu yang memerintah Kerajaan Sunda Galuh selama 39 tahun, 1482-1521.

Istri Prabu Siliwangi (Jayadewata) yang paling dikenal adalah Kentring Manik Mayang Sunda dan Nay Subang Larang. Keduanya kita kenal sebagai “istri” tanpa memberikan pembeda diantaranya yang dianggap sebagai “selir”. Barangkali ini berupa penghormatan bagi kita semua yang menjadi seuweu-siwi (keturunan) Prabu Siliwangi. Naskah Waosan Prabu Siliwangi dari Kuningan menyebutkan bahwa istri Prabu Siliwangi banyak. Diantara yang disampaikan oleh para sejarawan adalah 151 istri.

Dengan tidak merinci mana yang permaisuri dan mana yang selir. Menurut Sutaarga dalam karyanya Prabu Siliwangi: atau Ratu Purana Prebu Guru Dewataprana Sri Baduga Maharaja Taru Haji di Pakwan Pajajaran 1474-1513″ Jakarta: Pustaka Jaya, sebagaimana yang disebutkan bahwa Prabu Siliwangi selama hidupnya memiliki 150 istri, dan istri kesebelasnya yaitu Subang Larang/Subang Karancang, keturunannya kelak mendirikan kerajaan Cirebon.

Selain dari istri kesebelasnya, rupanya istri-istri yang lain dari Prabu Siliwangi pun dikisahkan mempunyai anak-anak yang kelak menjadi raja daerah diseluruh tanah Sunda, diantaranya Permadi Puti ayah dari Nyimas Kawunganten dikatakan sebagai Putra Prabu Siliwangi yang memerintah di Cangkuang. Sebelum menjadi Maharaja Sunda-Galuh, Prabu Siliwangi bergelar “Pamanah Rasa”. S

ebagai putra dari seorang raja, tentu Raden Pamanahrasa dibekali berbagai macam ilmu, mulai ilmu pemerintahan, ilmu perang hingga ilmu keagamaan. Menjelang dewasa ia diberi jabatan oleh kakeknya Prabu Niskala Wastu Kancana yang pada saat itu masih menjadi Sri Baduga Maharaja di kerajaan Sunda Galuh yang berpusat di Kawali. Jabatan yang diberikan adalah sebagai raja daerah dengan nama Jayadewata di daerah Sindangkasih (Majalengka).

Diantara para Istri Prabu Siliwangi tersebutlah nama Nay Ambet Kasih atau Nay Rambut Kasih. Konon Nay Rambut kasih dari Kerajaan (Kemandalaan) Sindangkasih (Majalengka sekarang. Kisahnya terdapat di naskah Carita Ratu Pakuan.

Asal usul Nay Subang Larang (istri kedua Prabu Siliwangi) dikisahkan juga dalam Naskah Carita Ratu Pakuan. Mari kita lihat sosok Nay Subang Larang kasih menurut Naskah Carita Ratu Pakuan.

Gunung Cupu Bukit Tanpor asih/ Mandala Tanpa Wahanan/ Sri Gina Bukit Manghening/ Patanjala panenjoan/ Gunung Si Purnawijaya/ Peuntaseun Sanghiyang Linggamanik/ Di Sanghiyang Windupatala nu euyeuna/ Gunung Lenggang patapaan Pwahaci Manireka/ Nitis ka Subanglarang/ Ahisna Jayapremana/ Seuweuna Jero Kuningan/ Mangkubumi Singapura/ Nu beunghar di Sumurwangi/

Artinya: Gunung Cupu Bukit Tanporasih, mandala Tanpo Wahanan sri gina bukit Manghening, Patanjala tempat memandang. Gunung si Purnawijaya, berseberangan dengan Sanghiyang Linggamanik, di Sanghiyang Windupatala, yang kini disebut gunung Lenggang, pertapaan Pohaci Manireka, menitis kepada Subanglarangan, adiknya Jayapremana, putera mahkota Kuningan, mangkubumi Singapura, yang kaya di Sumurwangi.

Berdasarkan Naskah tersebut, kita mengetahui bahwa Subang Larang adalah adiknya Jayapremana putera mahkota Kuningan. Prabu Jayapremana ini tercantum pula dalam Naskah Carita Parahyangan. Juga disebut sebagai Mangkubumi (penguasa pemerintahan) wilayah Singapura atau Sing Apura Cirebon sekarang. Yang kaya di Sumurwangi memiliki arti bahwa Subanglarang tinggal atau berasal dari daerah Sumurwangi.

Uniknya dalam Carita Ratu Pakuan, banyak disebutkan nama-nama wanita yang konon adalah nama para istri Prabu Siliwangi dan secara detail menyebutkan asal usulnya.

Berikut isri-istri Prabu Siliwangi dan beberapa nama perempuan dalam naskah tersebut, meskipun kita belum diketahui persis hubungan para wanita tersebut dengan Prabu Siliwangi:

  1. Nay Rambut Kasih/Ambet Kasih/Ngabetkasih
  2. Nay Subang Larang, puteri dari Sumur Wangi.
  3. Nay Aci Putih, Putri Dampu Awang
  4. Nay Kentring Manik Mayang Sunda
  5. Pwah Herang Manik/Si Catik Rajamantri
  6. Nay Janur Larang Bancana
  7. Nay Bungasari
  8. Nay Sriwati
  9. Nay Limur Kasih, Putri Pasir Batang
  10. Nay Haristacang, Putri Semenanjung Timur
  11. Nay Haristacu, Putri Semenanjung Timur
  12. Nay Hariskeling, Putri Semenanjung Timur
  13. Nay Harismaya, Putri Semenanjung Timur
  14. Dewi Samatra, puteri dari semenanjung negara
  15. Maya Pakembangan
  16. Dewi Banding, puteri dari Kuta Waringin
  17. Nay Aci Manglaya, puteri dari Tungtung Pasang,
  18. Dewi Rarage, puteri dari Pulau Pali
  19. Dewi Raja Kabalahan, puteri dari Pasuketan
  20. Tunjung Mambang Sari, puteri dari Pulau Kambangan
  21. Dewi Loron Raja Sona, puteri dari Nusa Donan
  22. Nay Riyak Tapa, puteri dari Tiga Maruyung
  23. Dewi Karuna,  puteri dari gunung Kukusan
  24. Nay Cepet Manik, puteri dari Hulu Padang
  25. Nay Maya Padang, puteri dari negara Tengah
  26. Nay Nareuceum Maya Tung Manggung Hideung, puteri dari Pekalongan
  27. EmBok Panewon, puteri Tiga Gumowong
  28. EmBok Manglepa, adiknya Maraja di Cempa
  29. Embok Lenggang, adiknya Raja Mangedara
  30. Embok Manglibu, adik Maraja di Baluk, 
  31. Embok Hajani, adik Maraja di Bali
  32. Atra Wangi, puteri dari Pulau Balangah.
  33. Tunjung Agung, puteri dari Pulau Maruyu
  34. Nay Ridu Manik, puteri dari Pulau Keling
  35. Nay Ridu Maya, puteri dari Pulau Palembang
  36. Nay Balik Larang Haris Bancana, puteri dari Pulau Madinah.
  37. Nay Haci Waringin
  38. Nay Maraja Bidalarang, dari Taal Wangi
  39. Majeti Keling Sri Manawangi, puteri dari Pakungwati
  40. Nay Mayang Pangabar, puteri dari Kandanghaur
  41. Nay Baliklayaran, puteri dari Kalapa Girang
  42. Nay Baliklarangan, puteri dari Kalapa Hilir,
  43. Nay Hacimaya Dewata, puteri dari Tanjung Camara
  44. Hacimaya Raja, puteranya sang guru Pamijahan, 
  45. Haci Mageuhan, putera Sanghiyang di umbul Catih, 
  46. Hacimaya manik, putera pemimpin mangkubumi Pakancilan, 
  47. Haci Madewata, putera Sanghiyang di umbul Majak, 
  48. Haci Lebok Maya, puteranya Sanghiyang di umbul Sogol, 
  49. Haci Ratna Larang, putera Sanghiyang di Saligara,
  50. Haci Lenggang Sari, putera Sanghiyang Mandiri 
  51. Haci Mundut Tunjung, puteranya Sanghiyang di umbul Tubuy
  52. Haci Maya Tunjung Maya Dewata, Sri Petas Mulih dewata
  53. Nay Maya Kusuma Manglibu Larang
  54. Nay Libu Wangi Sri Ratna, tuan Dewata, putera pemimpin Lila, di semenanjung Tipu
  55. Nay Rancangmaya, 
  56. Nay Ramayasari Dewata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *