Tanjakan Cae Sumedang Mistis, Sejak Dulu Warga Jarang Lewat Saat Maghrib

oleh -571 views
Bus Pariwisata yang terperosok ke jurang di Tanjakan Cae, Sumedang tewaskan 27 orang dan 39 orang lainnya luka-luka.

CARUBAN NAGARI-Wilayah Kecamatan Wado bagian selatan yang menjadi akses ke wilayah Kecamatan Garut merupakan wilayah yang memiliki kemiringan lumayan curam di beberapa titik. Akses jalan menuju Malangbong yang berlokasi di daerah Desa Sukajadi merupakan tanjakan yang panjang dan lumayan curam serta ada beberapa belokan. Tanjakan ini dikenal dengan Tanjakan Cae.

Baca: Kecelakaan Maut Sri Padma Kencana di Sumedang, Kapolda Jabar: Jalurnya Bukan untuk Bus

Tanjakan Cae ini jika dilewati dari arah Malangbong menuju Wado, merupakan jalan yang menurun (turunan). Jalan yang melewati punggung Gunung Cakrabuana bagian utara ini, terkenal rawan akan kecelakaan. Jika pengendara kendaraan kurang hati-hati melewati jalan menurun ini, bisa saja mengalami kecelakaan.

Panjang tanjakan/turunan ini mencapai dua kilometer panjangnya, dan masuk ke dalam tiga wilayah desa yang berada di Kecamatan Wado yaitu Desa Cikareo Selatan, Desa Sukajadi dan Desa Cilengkrang dengan urutan dari bawah ke atas. Jika dilalui dari arah Malangbong Garut menuju ke awah Wado, turunan ini umumnya memiliki kontur tanah di sebelah kiri berupa tebing ke bawah, sementara di sebelah kanannya merupakan tebing ke atas.

Baca: Ini Nama 27 Korban Meninggal Dunia Kecelakaan Bus Rombongan SMP IT Al Muawwanah: 5 Orang Guru, 10 Siswa, dan 1 Balita

Sehingga pengendara kendaraan terutama yang melewati tanjakan ini dari arah Malangbong harus berhati-hati. Jangan sampai karena jalanan mulus, memacu kendaraan terlalu cepat. Tanjakan Cae memiliki turunan yang curam dan berkelok-kelok.

Terlepas dari kondisi teknisnya, warga setempat pun banyak yang meyakini bahwa Tanjakan Cae pun angker menyusul banyaknya peristiwa kecelakaan yang memakan korban sejak dulu kala. Bahkan, ada warga yang meyakini bahwa Tanjakan Cae jangan dilintasi saat waktu Magrib tiba mengingat kecelakaan kerap terjadi di waktu tersebut seperti kecelakaan maut yang menimpa bus Sri Padma Kencana itu.

Berdasarkan catatan, ada beberapa kecelakan yang terjadi di Tanjakan Cae ini. Pada tahun 1980-an terjadi kecelakaan yang melibatkan grup kesenian calung waktu itu yaitu Ki Jebrag Group. Mobil truk yang digunakan untuk mengangkut kru dan peralatan kesenian calung milik grup tersebut terguling ke dalam jurang di Tanjakan Cae, hingga Ki Jebrag sendiri, bintang dan pimpinan grup tersebut tewas dalam kecelakaan ini.

Kemudian yang masih hangat adalah pada tahun 2012. Kecelakaan yang melihatkan bus Maju Jaya Bernopol Z 7661 A jurusan Tasikmalaya – Cikampek ini menjadi kecelakaan yang paling banyak memakan korban yang pernah terjadi di Kabupaten Sumedang. Bus Maju Jaya yang membawa penumpang sebanyak 38 orang ini mengalami kecelakaan setelah mengalami rem blong dan terjun ke jurang sedalam sepuluh meter. Akibatnya, 12 orang meninggal dunia dan 26 orang luka-luka.

Setelahnya, juga ada beberapa kecelakaan yang melibatkan kendaraan lainnya baik roda dua maupun kendaraan roda empat dan lebih. Walau telah terjadi beberapa kecelakaan, namun Tanjakan Cae bukanlah tempat yang angker atau penuh dengan mitos. Tanjakan Cae termasuk wilayah yang terbuka, dan di beberapa tempat merupakan perkampungan yang terhubung dengan pesawahan dan perkebunan.

Keterangan foto tidak tersedia.

Sebelumnya, bus pariwisata Sri Padma membawa rombongan SMP IT Al Muaawanah masuk jurang di Jalan Raya Wado pada Rabu, 10 Maret 2021 pukul 18.30 WIB. Lokasi kejadian tepatnya di Tanjakan Cae, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi.

Bus berpelat nomor T 7591 TB tersebut melaju dari arah Garut menuju Sumedang. Di tengah jalan, bus kehilangan kendali hingga masuk jurang.

Insiden itu terjadi saat hujan lebat. Meski begitu, belum diketahui secara pasti penyebab kecelakaan tersebut.

Berikut daftar identitas korban yang meninggal dunia.

1. Jejen Juraejin (41) laki-laki pekerjaan sebagai guru.
2. Syarif Munawar (40) laki-laki pekerjaan guru.
3. Arifha Qurotta Aini (7) perempuan status pelajar.
4. Lidia (13) perempuan status pelajar.
5. Gea (4) perempuan.
6. Aan Sukaesih (41) perempuan.
7. Dinda Hani (15) perempuan status pelajar.
8. Gina Virginia (13) perempuan status pelajar.
9. Dinda Khoirunisa.
10. Windy Widya Ningsih (14) perempuan status pelajar.
11. Resa Siti Khoerunisa (13) perempuan status pelajar.
12. Tatang Hidayat (20) laki-laki status guru.
13. Sari Nurmala (28) status mahasiswa.
14. Dede Lili (46) laki-laki sebagai kernet bus.
15. Ade Ipah (50) perempuan status ibu rumah tangga.
16. Rukman (50) laki-laki pekerjaan wiraswasta.
17. Cahyati (14) perempuan status pelajar.
18. Entin Supriatin.
19. Octaviani perempuan status pelajar.
20. Yudi Awan (42) laki-laki pekerjaan sopir bus.
21. Amot (60) ibu rumah tangga.
22. Wardi (51) laki-laki pekerjaan PNS.
23. Ugi Zaenal laki-laki.
24. Riki Faisal Mubarok
25. Hana Nurazizah (26) pekerjaan guru.
26. Nenanh (38) perempuan.
27. Aan Anwar Sadad (38) laki-laki pekerjaan guru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.