Tanah 16 Hektare Akan Dieksekusi Rahardjo Djali, 2 Titik di Pegambiran, Larangan hingga Lobunta

oleh -776 views
CEK LOKASI TANAH. Polmak Sultan Kasepuhan Rahardjo Djali saat diwawancarai oleh wartawan terkait Kasus sengketa tanah antara ahli waris Sultan Sepuh XI dengan Keraton Kasepuhan, Rabu (17/2) FOTO. ISTIMEWA

CARUBAN NAGARI-Kasus sengketa tanah antara ahli waris Sultan Sepuh XI dengan Keraton Kasepuhan terus berlanjut. Kali ini, Pengadilan Negeri Kota Cirebon bersama dengan kuasa hukum ahli waris melakukan constatering atau pemeriksaan objek sengketa, Rabu (17/2).

Dalam proses Constatering, hadir kuasa hukum Sultan Sepuh XI Erdi D Soemantri, Polmak Sultan Kasepuhan Rahardjo Djali. Kemudian, Kasi Pengendalian Penanganan Sengketa Badan Pertanahan Nasional (BPN) Dwi Rinto dan para panitera Pengadilan Negeri Kota Cirebon.

Panitera Pengadilan Negeri (PN) Kota Cirebon Eko Suharjono mengatakan, proses constatering terkait objek sengketa dengan nomor perkara 82/1958/pn.tjn jo no 279/1963/pt.pdt jo 350k/sip/1964.

“Hari ini kita mencocokkan objek sengketa dengan nomor perkara 82/1958/pn.tjn jo no 279/1963/pt.pdt jo 350k/sip/1964,”kata Eko.

Eko mengungkapkan, pihaknya memeriksa di 2 titik objek sengketa, yaitu yang bertempat di Pegambiran sampai dengan Larangan dan di Lobunta.

“Titik lokasi ada 2, di Pegambiran sampai ke Larangan dan di Lobunta, seluas 16000 m2 atau 16 hektare,”ungkapnya.

Sementara itu, Polmak Sultan Kasepuhan Rahardjo Djali mengatakan, pihak PN Kota Cirebon sampai saat ini bertugas sangat baik. Namun, perkara ini belum selesai.

“Masih ada satu titik yang perlu untuk ditinjau, mudah-mudahan semua berjalan dengan baik sesuai dengan rencana,”ungkapnya.

Rahardjo melanjutkan, akan merencanakan terlebih dahulu dengan kuasa hukum dan keluarga terkait dengan suksesi yang akan berlangsung setelah perkara ini selesai.

“Suksesi nanti setelah constatering ini terlaksana, baru kita sekeluarga akan membicarakan suksesi nantinya,”katanya.

Rahardjo menegaskan tanah tersebut milik pribadi Sultan Sepuh XI, dan dapat menjadi dasar untuk mengembalikan Keraton Kasepuhan kepada yang berhak.

“Ini milik pribadi Sultan Sepuh XI yang akan kita eksekusi. Ini juga dapat menjadi dasar untuk mengembalikan Keraton Kasepuhan kepada yang berhak,”tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum ahli waris Sultan Sepuh XI Erdi D Soemantri mengatakan, pemeriksaan setempat ini untuk memastikan bahwa objek sengketa tersebut ada atau tidak.

“Dari bukti yang kita miliki dan juga berdasarkan buku C desa objek sengketa ini sudah sama, gambar di buku C dan putusan-putusan,  termasuk dengan jumlah luasnya sama,”katanya.

Erdi juga akan menghormati pihak PN Kota Cirebon akan melakukan tindakan Pengosongan ataupun eksekusi apapun yang ada didalamnya.

“Apapun yang ada termaktum jika Pengadilan memutuskan untuk eksekusi ya kita akan eksekusi, baik tanah kosong maupun tanah yang ada bangunannya seperti gudang bulog,”tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.