Siapa Sosok Ratu Sindang Kasih Majalengka, Nyai Ratu Rambut Kasih

oleh -327 views
Sindang-Kassie dari buku Belanda

CARUBAN NAGARI-Kisah Nyai Rambut Kasih sebagai Penguasa Kerajaan Sindangkasih cukup termashur di wilayah Majalengka. Konon, letak kerajaan Sindangkasih disebut-sebut berada Majalengka atau Kota Majalengka sekarang ini. Lalu siapakah Nyai Rambut Kasih?

Kita coba merujuk ke Naskah dari Cirebon karya Pangeran Wangsakerta yang berjudul Naskah Negara Kretabhumi Dwitya Sarga (Buku Kedua/Jilid Kedua). Alih aksara dan bahasa T.D Sudjana. Cirebon, 23 Oktober 1987.

Ini permulaan cerita asal mula Cirebon, sesudah Kyai Geng Tapamenggantikan kedudukannya menjadi Juru Labuhan (Sahbandar) pelabuhan dengan sesebutan nama Kyiageng Jumajan Jati menguasai di wilayahnya sepanjang pantai laut Cirebon disebut Caruban Larang (Cirebon Pantai) ialah Cirebon Pesisir. Adapun Cirebon yang terletak di kaki gunung Ciremai disebut “Caruban Girang” ialah Kyaigeng Kasmaya putera Mangkubumi Suradipati yang mewakili kakaknya ialah Prabu Maharaja Lingga Buwana Wisesa yang gugur di Bubat Majapahit.

Sedangkan Prabu Maharaja Lingga Buwana Wisesa berputera Rahyang Niskala Wastu Kancana selanjutnya Rahyang Niskala Wastu Kancana beranak,pertama Rahyang Dewa Niskala, kedua Ratu Singapura ialah Kyaigeng Surawijaya Sakti namanya, ketiga Kyaigeng Sindangkasih namanya, keempat Kyaigeng Tapa. Rahyang Dewa Niskala berputera Sri Baduga Maharaja Pajajaran yang menurut orang-orang Sunda disebut Prabu Siliwangi ialah Raden Pamanah rasa namanya yang lain. Sedangkan Kyaigeng Tapa ialah adik Rahyang Dewa Niskala berputera wanita Nyi Subang Larang. Adapun isteri Kyaigeng Tapa ialah Nyi Retna Keranjang puteri Kyaigeng Tapa ialah Nyi Retna Keranjang Puteri Kyaigeng Kasmaya ratu di Cirebon Girang Mandala, desa yang diantara daerah Wanagiri namanya.

Beginilah pertamanya di katan: adalah raja besar yang berkuasa (menguasai) pakuan pajajaran di bumi jawa barat di sebut dengan nama gelar prabu anggalrang berasal dari galuh wangsanya.Tatkala itu keratonya di sebut surawisesa namanya, di parahyangan sebelah timur daerah wilayahnya.Ketika msih kanak-kanak prabu siliwangi bernama raden pamanah resa, mana rarasa namanya yang lain, ia dipelihara dan di jadikan anak oleh uwaknya, ialah juru labuhan (sah Bandar), ialah kyaigheng sindangkasih namanya.

Kyaigheng menguasai pelabuhan muarajati namanya tidak jauh dari bukit amparan jati .Akhirnya sang pamanah rasa beristeri dengan nyi ambet kasih (Nyai Rambut Kasih). Di ceritakan, raden pamanah rasa ketika menjelang dewasa, ia mengikuti payembara perang di singapura ialah kyaigeng tapa namanya dan menjadi mangkubumi di bawah kekuasaan kerajaan galuh, kebetulan singapura di bawah kekuasaan kerajaan galuh, kebetulan singapura di bawah pengaruh pakuan pajajaran.Akhirnya raden manah rarasa unggul dalam sayembara perangnya, oleh karenanya ia di tingkahkan dengan nyi subang larang namanya.Pada waktu anak-anak nyi subang larang bernama nyi larang tapa namannya yang lain, ia adalah seorang gadis cantik seperti sang candra bersinar pada tanggal 14-nya, sesudah kyaigheng sindangkasih wafat, raden pamanah rasa di angkat menjadi ratu di sindangkasih, yaitu setelah mengalahkan semua calon-calon jodoh isterinya, salah satu di antaranya ratu Japura, kyaigheng amuk marugul namanya.Negara Japura terletak di sebelah timur bukit ampran jati.Sesudah itu raden pamanah rasa di nobatkan menjadi raja (naradwipa) di pakuan pajajaran oleh uwaknya, tatkala itu ia bertahta dengan gelar prabu dewata wisesa dan bersemayam di keraton pakuan sang bima namanya.

Sesudah itu isterinya nyi larang tapa ialah nyi subang larang di bawa ke keraton itu.Sesungguhnya nama siliwangi tidak tertulis di dalam empat buah naskah yang telah di sebutkan di atas oleh orang-orang sunda dan orang-orang cirebon, dan semua orang di jawa barat menyebut prabu siliwangi raja pajajaran.Jadi jelas bukan nama dirinya raja pajajaran.Menurut yang di tulis dalam naskah nagara nusantara dan naskah pararatuan parahyangan wamsatilaka parwa dan naskah raja-raja jawadwipa parwa dan naskah susuhunan jati wamsatilaka parwa.Raja pajajaran yang di anugrahi nama prabu guru dewataprana dan di anugerahi nama sri baduga maharaja, ratu aji di pakuan pajajaran,

Sri sang ratu dewata adalah anak rahyang dewa niskala.Rahyang dewa niskala anak rahyang niskala wastu kencana.Rahyang niskala wastu kancana anak prabu maharaja lingga buwana wisesa anak sang prabu ragamulya.Sang prabu ragamulya anak sang prabu ajiguna, sang lingga wisesa namanya yang lain, “mokteng kidding dengan isteri puteri sang prabu lingga dewata, mokteng kikis.Sang prabu lingga wisesa anak sang prabu citra ganda, mokteng tanjung.

Adapun isteri Panembahan Ratu yang ke dua ialah Nyi Ratu Harisbaya namanya, isteri ini yang amat elok rupawan benar-benar kecantikannya seperti bidadari, tetapi walaupun demikian Sang Ayu mencintai Pangeran Geusan Hulun yang berkuasa di Sumedang Larang. Hampir kejadian peperangan antara Cirebon dan Sumedang pada waktu itu.Ratu Harisbaya diceraikan oleh suaminya, Lalu menikah dengan Pangeran Geusan Hulun. Tidak lama kemudian Sang Pangeran menyerahkan wilayah Sindangkasih kepada Panembahan Ratu Cirebon ialah bahwa tidak terjadi pertentangan di dalam persahabatan dan tidak putus kekerabatannya serta persahabatan. Di dalam perkawinannya Ratu Harisbaya dengan Pangeran Geusan Hulun suami Sang Ayu berputera tiga laki-laki ialah TumenggungTegalkalong I, kedua Raden Arya Wiraraja namanya kemudian yang ketiga ialah Raden Rangganitinegara namanya.

Lokasi Sindangkasih

Lokasi Sindangkasih dengan jelas disebutkan dalam Babad Sumedang Larang. Kisahnya tertera ketika perdamaian antara Prabhu Geusan Ulun dari Kerajaan Sumedang Larang dengan Panembahan Girilaya dari Kesultanan Cirebon atas peristirwa penculikan istri Sultan Cirebon, Ratu Harisbaya oleh geusan ulun. Berikut kutipan isi perdamaian tersebut (pupuh asmarandana 26-30):

Qur’an pitutur yang maton. Nu paneda kang rama. saé beuli talakna. pangéran giri laya ratu. réh hidep tétéla salah. sakitu ungeling tulis.geusan hulun mindel manah. ayeuna di beuli baé. ku tétéh rai sabeulah. Jeung saeusinga tanah. kulona semet cikutung. gunung karewong wétana.. ti dinya ngawangsul deui.seratna ku Girilaya. teu aya sawios wios. narimakeun ragrag tolak tilu kalawan iwad. wewekas ka geusan hulum. urek ulah ék waka di tikah. sabab mawa reuneuh leutik. anging labur enggeus babar. di tikah teu naon-naon. 

Lokasi Sindangkasih yang diserahkan beserta isinya (rakyatnya) dengan batas sebelah barat adalah “Cikutung” (cilutung?) dan sebelah timur “Gunung Karewong”.

Pangeran Muhammad

Adapun musnahnnya kerajaan pajajaran dan wglakamata saat banten 1501 saka (1579/1580 masehi).Sesudah sirnannya kerajaan pajajaran oleh balatentara banten yang di pimpin oleh maulana yusuf dan balatentara cirebon tatkala itu yang menjadi raja panembahan ratu namannya.Adapun isteri pangeran geusan hulun yaitu nyi mas gedeng waru sebagi isteri petama.Isteri kedua ialah nyi ratu harisbaya, yang dahulunnya menjadi isteri panembahan ratu cirebon.Pangeran geusan hulun memerintah wilayah pajajaran yang sudah sirna, ialah musnahnnya bumi parahyangan yang keratonnya yaitu sumedang di kutamaya di wilayah sumedang.Mula pertama adannya ratu sumedang pada tgl, 10 “paro terang” posyamasa tahun 1502 saka (1588/1589 masehi).Rakyan wilayah parahyangan memohon kepada pangeran geusan hulun ………………………………………………………………………………………………………………………………………………… (tidak terbaca)

Ia mengabdi (ingin di akui anak) oleh pangeran geusan hulun.Di sini ia di jaga oleh balatentara, beberapa orang pemerintahan dan lainnya lagi.Pangeran geusan hulun wafat pada tgl 7 “paro peteng” kartikamasa tahun 1530 saka (1608/1609 masehi), pada waktu pangeran geusan hulun menikah dengan nyi ratu harisbaya ialah nyi ratu marasbaya namannya yang lain, pada tgl.2 “paro terang” wesadamasa tahun 1509 saka (1587/1588 masehi).Adapun di setujui oleh ayah dan ibunnya yaitu pangeran santri menikah dengan nyi mas pucuk umum sumedang, puteri sunan parung, sunan corenda, ialah sang batara sakawayana namannya yang lain, dari talaga yang beristeri dengan nyi mas patuwakan sumedang.Nyi mas patuwakan anak sunan tuwakan,

Sunan tuwakan anak sunan guling adik nyai raden raja mantri permaisuri raja pajajaran.Selanjutnnya sunan guling anak sunan panggulingan yang bermukim yang cipameungpeuk.Sunan panggulingan anak sang prabu gajah agung, ratu sumedang larang yang bermukim di cicanting.Sang prabu gajah agung anak prabu resi taji malela bermukim di bukit tembok agung.Sedangkan suami nyi mas patuwakan ialah sunan parung talaga.Sunan parung anak nyi mas simbar kencana.Nyi mas simbar kencana anak prabu talaga manggung.Prabu talaga manggung anak sang prabu darmasuci.Prabu darmasuci anak batara gunung bitung.Batara gunung bitung anak ratu galuh.Adapun ayahanda pangeran geusan hulun ialah pangeran yang menjadi bopati sumedang pertama yang sudah memeluk islam

(73) Pangeran Muhammad lahir pada tahun 1400 Saka (1478/1479 Masehi) dan wafat pada usia 68 tahun. Pangeran ini adalah anak Pangeran Panjunan dari isteri Nyi Mas Matangsari.Nyi Mas Matangsari anak Kyai Ageng Japura. Kyai Ageng Japura anak Ratu Japura sang prabu Amuk Marugul Sakti Mandragunan namanya. Sedangkan Pangeran Muhammad adalah adik Nyi Mas Kencanasari isteri Pangeran Cirebon.Pangeran Cirebon anak Pangeran Cakrabuwana.Pangeran Muhammad penyiar agama Islam di Sindangkasih dan Sumedang.Puteranya, ialah Pangeran Santri di sebut Ki Gedeng Sumedang. Sumedang di nyatakan sebagai daerah muslim pada tahun.

(74) 1451 Saka(1529/1530 Masehi). Adapun putra Pangeran Geusan Hulun Sumedang dari isteri Nyi Mas Gedeng Waru ialah Pangeran Di Pati Rangga Gedhe namanya, menjadi Bopati bawahan mataram, memerintah selamanya dengan daerah-daerah wilayahnya. Sedangkan puteranya dari isteri Nyi Ratu Harisbaya ialah Pangeran Arya
Surya Diwangsa, ialah Pangeran Dipati Rangga Gempol pertama. Yang kedua Pangeran Tumenggung Tegalkalong. Putri sang tumunggung ini ditikah oleh Sultan Agung Mataram. Ketiga Raden Rangga Nitinagara. Keempat Raden Arya Wiraraja pertama. Sang panglima angkatan perang Fadhila adalah seorang pemuda ahli berperang juga ahli dalam agama, sebab ia berguru agama islam di kota Mekah.

Disadur dari Naskah Negara Kretabhumi Dwitya Sarga (Buku Kedua/Jilid Kedua). Alih aksara dan bahasa T.D Sudjana. Cirebon, 23 Oktober 1987.

Referensi

Burhanudin, Dede. 2012.  “Carios Babad Sumedang”. Jurnal Lektur Keagamaan, Vol. 10, No. 1, 2012: 107 – 120. Jakarta: Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI versi online pdf: jurnallekturkeagamaan.kemenag.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.