Sebut Sesar Lembang Membentang 29 Kilometer ‘Tidur Nyenyak’ BMKG Ingatkan Potensi Gempa

oleh -442 views
Sesar Lembang yang membentang 29 km dari Batu Lonceng sampai Padalarang.
Sesar Lembang yang membentang 29 km dari Batu Lonceng sampai Padalarang.

CARUBAN NAGARI- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung terus memantau Sesar Lembang. Hal itu diketahui, selama dua tahun terakhir pada 2019 dan 2020, tak ada aktivitas yang menimbulkan bencana gempa bumi.

Dilansir dari jabarekspres.com, Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu menjelaskan, BMKG mencatat ada 992 kejadian gempa bumi di Jawa Barat (Jabar) sepanjang Januari hingga Desember 2020.

Kondisi itu membuat BMKG lebih waspada. Sebab, Sesar Lembang yang membentang sepanjang 29 kilometer itu, diprediksi sewaktu-waktu bakal bergerak dan menyebabkan gempa bumi dengan magnitudo antara 6 hingga 7 skala richter (SR).

“Gempa bumi ini dikhawatirkan akan menimbulkan efek rusak ringan hingga berat di Bandung Raya. Maka dari itu, kami terus memantau perkembangannya,” kata Teguh, Minggu (24/1).

Tak hanya Sesar Lembang, di Jabar juga terdapat beberapa sesar lain yang juga aktif. Antara lain, Sesar Cimandiri, Sesar Garsela (Garut Selatan), Sesar Citarik, dan Sesar Baribis.

Teguh mengemukakan, tak hanya Sesar Lembang yang terpantau “tidur nyenyak” selama 2020 ini. Sesar lain juga tidak menunjukkan kejadian yang menyebabkan gempa bumi. Sesar Cimandiri, Sesar Garsela, Sesar Lembang, Sesar Citarik, dan Sesar Baribis relatif kurang aktif.

“Itu kemungkinan karena gempa-gempa di sesar-sesar tersebut sudah dilepaskan pada tahun-tahun sebelumnya. Sehingga pada 2020 sesar-sesar lokal berada pada fase mengumpulkan energi,” ujar dia.

Menurut Teguh, ketika sesar tidak menunjukan aktivitasnya, berarti patahan tanah itu sedang mengumpulkan energi. Bahkan, pengumpulan energi ini diprediksi terjadi setelah 2012 lalu.

Namun dia meminta masyarakat tidak khawatir berlebihan, karena Sesar Lembang periode ulang gempa besarnya sekitar 500 tahun.

“BMKG telah memasang beberapa alat seismograf untuk mencatat kejadian pergerakan tanah di sesar-sesar tersebut,” ucapnya.

Tujuannya, jelas Teguh, agar sekecil apapun pergerakan tanah atau gempa bumi di Sesar Lembang yang membentang dari Bandung Barat, Lembang, hingga timur Jatinangor, Sumedang dapat terdeteksi.

“Setiap aktivitas kami catat dan pantau. Kami juga tetap memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada dan menjaga keselamatan,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.