Rahardjo Djali Bergelar Sultan Sepuh Aloeda II, Ini Pesan Dewan Kalungguhan Saat Jumenengan

oleh -251 views

CARUBAN NAGARI-Sejarah Peteng Keraton Kasepuhan Cirebon sudah mulai terbuka. Puluhan tahun bahkan ratusan tahun sejak penjajah Belanda hadir dan mengacak-ngacak Indonesia khususnya Keraton Cirebon informasi sejarah diputar balik hingga akhirnya informasi sejarah yang sesungguhnya ditutupi bahkan di hilangkan.

Inilah yang akhirnya dikenal dengan Sejarah Peteng dan sebelumnya jika membahas Sejarah Peteng merupakan hal yang tabu.

Kini, dimulai pada Rabu (18/8/2021) sejarah mulai dibenarkan, dikembalikan kepada hal sebenar-benarnya karena kini Keraton Kasepuhan telah di isi oleh keturunan-keturunan sah Syeikh Syarief Hidayattullah atau Sunan Gunung Djati.

H. Rahardjo Djali telah resmi menjadi Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan, dan menyandang gelar Sultan Aloeda II melalui prosesi Jumenengan yang dilaksanakan, Rabu (18/8/2021).

Prosesi Jumenengan berlangsung di Umah Kulon, Lingkungan Keraton Kasepuhan.

Raden Udin Khaenudin dari Dewan Kalungguhan Keraton Kasepuhan sangat berharap, Sultan Aloeda II bisa mengembalikan lagi marwah Keraton Cirebon khususnya Kasepuhan kepada khitahnya.

“Semoga dengan jumenengnya Sultan H. Rahardjo Jali sebagai Sultan Aloeda II ini, marwah Keraton dapat dikembalikan. Sultan harus bisa mengembalikan lagi bahwa hadirnya Keraton Cirebon sebagai Penata Agama,” harap Raden Udin yang merupakan keturunan Pangeran Chakrabuana dan Sunan Gunung Djati ini.

Menurutnya, Sultan Aloeda II pun diharap dapat mengembalikan keluarga Keraton Kasepuhan yang sesungguhnya. “Sultan harus dapat mempersatukan keluarga. Kegiatan keagamaan harus diperbanyak, dapat merangkul semua keluarga hingga keraton tahu mana keluarganya, mana keluarga yang dibawah garis kemiskinan hingga kerabat keraton bisa diberdayakan. Kita berharap, Keraton itu ditata lebih baik lagi. Keraton ini bukan milik pribadi. Tapi milik leluhur. Jadi harus bersatu,” tuturnya, Rabu (18/8/2021).

Pria yang mewakilii keluarga Mertasinga ini mengajak agar semua bersatu bersama. Melaksanakan adat istiadat. Dan segala sesuatunya ditentukan lewat musyawarah terlebih dahulu.

“Bersatu Kesultanan Cirebon akan menjadi maju lagi dan mengembalikan marwah leluhur,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.