Polmak Kraton Kasepuhan: Sejarah Seharusnya Jadi Inspirasi Membangun Cirebon Masa Kini

oleh -48 views
Rahardjo Djali bersama keluarga

RAHARDJO Djali menjadi salah seorang tokoh ini punya peran penting di balik sejarah proses perjalanan Kraton Kasepuhan Cirebon di masa yang akan datang.

Siapa sebenarnya Rahardjo Djali?

Kepada carubannagari.radarcirebon.com, Raden Rahardjo H Djali, turunan dari Ratu Mas Doli Manawiah ini menceritakan,

Ratu Mas Doli Manawiah adalah ibu dari Rahardjo. Dalam silsilah yang ditunjukkan itu menyebutkan Ratu Mas Doli Manawiah merupakan anak kedua dari empat bersaudara, dari pernikahan antara Sultan Sepuh XI Jamaludin Aluda Tajul Arifin dan Nyi Mas Rukjah.

Sementara itu, tiga saudara dari Ratu Mas Doli Manawiah, yakni Ratu Mas Shopie Djohariah, Raden Soegiono dan Ratu Masl Alit Saleha tak memiliki keturunan. Sedangkan Ratu Mas Doli Manawiah menikah dengan H Djali. Ratu Mas Doli Manawiah dan H Djali memiliki tiga anak, yakni Rahardjo Djali, Sri Pusaka Andayani dan Dewantoro.

“Ibu saya itu kan anak langsung dari Sultan Sepuh XI. Nenek saya itu Nyi Mas Rukjah,” kata Rahardjo.

Baginya, mengetahui dan memahami sejarah perjuangan bangsa bisa menjadi inspirasi untuk memperkuat karakter bangsa.

Kejayaan kerajaan nusantara di masa lalu, bisa dijadikan inspirasi untuk mengeksplorasi seluruh potensi daerah dalam rangka membangun masa depan yang lebih baik. Catatan kesuksesan Kesultanan Cirebon, misal, harus menjadi pendorong masyarakat Cirebon dalam membangun wilayahnya.

“Kakek saya, Sultan Sepuh XI Jamaludin Aluda Tajul Arifin punya peran penting di masa kepemimpinannya. Sesuai dokumen dan arsip yang saya miliki tampak jelas bagaimana kepedulian beliau terhadap Kraton Kasepuhan dan bangsa Infonesia,” ujarnya di kediamannya, Jakarta (30/12).

Bahkan, tambah Rahardjo, di masa kepemimpinan Sultan Sepuh XI Jamaludin Aluda Tajul Arifin menjalin hubungan diplomasi, cukup terbuka terhadap budaya dan pemikiran dari bangsa-bangsa lain, Menurutnya, gaya kepemimpinan Sultan Sepuh XI Jamaludin Aluda Tajul Arifin bisa dilihat pada arsip dan dokumen ini.

Pria yang saat ini sibuk mengayomi beberapa jenis bidang usaha, Cirebon di masa lalu adalah tempat kapal-kapal seluruh dunia bersandar dan tempat berdagang.

“Di Pelabuhan Cirebon para pedagang lokal melakukan jual beli dengan pedagang dari mancanegara. Peristiwa perdagangan daerah Cirebon ini di masa lalu sangat terbuka, terhadap pendatang. Buktinya, Belanda membangun kantor VOC di Pelabuhan Cirebon. Jejaknya masih ada, ” ujar Rahardjo. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.