Petunjuk Baru Teka-teki Kematian Firaun

oleh -76 views
Seqenenre-Taa-II. (Egyptian Ministry of Antiquities/AFP)

CARUBAN NAGARI-Sebuah hasil studi teknologi mutakhir menemukan petunjuk baru dalam memecahkan misteri kematian salah satu firaun alias raja di zaman Mesir Kuno, 3.600 tahun setelah dia dibunuh. Raja itu adalah Seqenenre Tao II, yang memimpin Mesir Selatan sekitar 1.600 tahun sebelum Masehi.

Dia digelari “pemberani” karena memimpin pasukan Mesir melawan Hyksos, dinasti asal Asia Barat yang mengambil alih Delta Nil. Sebelumnya, jasad Seqenenre Tao II telah diperiksa dengan sinar X pada 1960-an. Sejak saat itu, muncul teori bahwa dia terbunuh dalam pertempuran atau pembunuhan di istana, namun belum ada fakta lebih lanjut.

Dalam hasil studi yang dirilis Kementerian Kepurbakalaan Mesir baru-baru ini, ditemukan ada luka di kepala sang firaun—yang pada penelitian sebelumnya tertutupi oleh pembalseman saat dijadikan mumi. 

Melalui proses CT scan dan menghasilkan gambar 3D, arkeolog Zahi Hawass dan profesor radiologi Universitas Kairo, Sahar Salim, mendapati temuan baru. Mereka menyimpulkan bahwa luka itu menunjukkan Seqenenre Tao II dibunuh dalam upacara eksekusi khusus setelah ditawan di medan perang.

“CT scan mengungkapkan rincian cedera di kepala, termasuk luka yang belum ditemukan dalam pemeriksaan sebelumnya, yang disembunyikan dengan terampil oleh para pembalsem,” ungkap Kementerian Kepurbakalaan Mesir dalam pernyataan resmi, dikutip dari Alarabiya, Sabtu (20/2/2021).

Para peneliti kemudian mempelajari luka-luka tersebut, dan mencocokkannya dengan berbagai senjata peninggalan Dinasti Hyksos yang disimpan di Museum Mesir di Kairo. Senjata itu termasuk kapak, tombak, dan beberapa belati.

“Tangan cacat mumi ini juga menunjukkan bahwa Seqenenre Tao II mungkin telah ditangkap di medan perang sebelum dibunuh, tangannya diikat dengan sangat kuat di belakang punggungnya, mencegah dia melawan,” kata para ahli dalam riset itu.

Hasil studi tersebut, yang diterbitkan di jurnal ilmiah Frontiers of Medicine, juga mengungkapkan pemindaian tulang yang menunjukkan bahwa Seqenenre Tao II berusia sekitar 40 tahun ketika meninggal.

Penelitian demi penelitian terkait mumi raja kuno tersebut telah menghabiskan beberapa decade. Para ahli mencoba menguraikan penyebab kematian Seqenenre Tao II, yang tubuhnya ditemukan pada akhir abad ke-19 dan memiliki luka yang terlihat jelas di wajahnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *