Naskah Sedjarah Kuntjit: Tragedi Kucir

oleh -109 views
ILUSTRASI: Bangunan tua masih dijadikan rumah bagi keturunan etnis Tionghoa di Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon. Foto: Samsul Huda/Radar Cirebon

NASKAH Sedjarah Kuntjit yang selesai di tulis oleh Jaka Sari pada 1918 didalamnya terdiri dari tiga Jilid, masing-masing jilid kisahnya saling berhubungan. Naskah, didalamnya mengisahkan tentang awal mula meletusnya Tragedi Kucir pada 1913 hingga akhir tragedi.

Pada Tahun 1913 Jaka Sari berjuang membela rakyat. Pada suatu ketika Jaka Sari dan Ki Murba Wijaya berangkat ke Sindanglaut (Cirebon Timur) untuk menghadap kepada seorang pembesar, namanya Raden Bunawan (Goenawan).

Sepulang dari Sindanglaut, lalu mereka membagi tugas: Muhammad Bogor sebagai Supir, Sanusi sebagai penasehat, Ki Tarmidi bertugas membagikan ilmu kesaktian, Kartawiguna dan Sahemin bertugas menyerang musuh, Ki Sapih sebagai penengah (Juru Runding), Ki Satu menjadi penyedia berbagai macam senjata.

Di Losari (Cirebon) musyawarah besar yang dihadiri oleh sejumlah santri dan ulama, para Bupati, dan para tetua. Sidang dipimpin oleh Raden Bunawan (Goenawan), adapun hasil yang diputuskan adalah “Orang Cina harus diserang karena mereka adalah penjajah di Pulau Jawa. Selain itu, mereka juga harus berbaur dengan masyarakat lokal atau orang-orang Jawa”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *