Mengungkap Benua Atlantis di Laut Jawa

oleh -579 views
Terumbu karang Gosong Gia atau Annie Florence Reef terletak 150 kilometer timur laut Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. identik sebagai ibukota Atlantis. Sumber : Dhani Irwanto
Terumbu karang Gosong Gia atau Annie Florence Reef terletak 150 kilometer timur laut Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. identik sebagai ibukota Atlantis. Sumber : Dhani Irwanto

CARUBAN NAGARI-Legenda Benua Atlantis memang begitu terkenal. Dhani Irwanto meneliti lokasi Atlantis melalui teks yang ditulis filsuf Yunani, Plato atau Platon dalam bahasa Yunani Kuno pada 360 Sebelum Masehi (SM). Dhani meneliti teks dialog Timaeus and Critias sejak 2010 dan terbitkan buku berjudul Atlantis The Lost City is in Java Sea terbit 2015.

“Kisah yang ditulis Plato jika dipindah dalam kertas setebal 22 halaman,” kata Dhani. Untuk menelitinya, Dhani harus mempelajari bahasa Yunani selama lima tahun. Ia mengartikan kata per kata untuk mengidentifikasi. Penelitian dilakukan dengan metode Potsherds model anastylosis atau model pecahan tembikar.

“Pecahan tembikar disambungkan dengan tepat. Tembikar ini narasi yang ditulis Plato. Diteliti untuk menemukan lokasi Atlantis,” katanya dalam diskusi daring “Menyingkap Jejak Peradaban Atlantis di Laut Jawa,” yang diselenggarakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Selasa (23/01/2021).

Peneliti yang jug pakar hidrologi tersebut berani mengklaim bahwa Benua Atlantis hidup 11.600 tahun lalu. Dia memeriksa peta bumi 11.600 tahun, Pulau Kalimantan, Jawa dan Sumatera masih terhubung dalam satu daratan, disebut Sundalandia.

Untuk meneliti naskah Plato, dia menggunakan pendekatan 20 disiplin ilmu. Diantaranya antropologi, biologi, linguistik, geologi, klimatologi, oseanografi, dan mitologi. Setelah itu, katanya, baru menggunakan pendekatan ilmu arkeologi.

Dhani memindai setiap kata dan kalimat teks yang ditulis Plato. Pertama Plato menjelaskan Atlantis terletak sangat jauh di Samudera Atlantik. Curah hujan tinggi, air melimpah, matahari melewati atasnya, beriklim hangat. Aliran sungai melimpah, hanya dua musim, tanah subur, kayu melimpah, pertanian dan peternakan maju. Tanahnya terbaik di dunia, berlimpah tanaman dan kayu pertukangan. Flora dan fauna beragam.

“Ini menunjukkan daerah Atlantis beriklim tropis. Hanya tiga kemungkinan, Amerika Tengah, Afrika tengah atau Asia Tenggara,” kata Dhani.

Plato menulis terdapat bangunan berlapis perunggu, kuningan, emas dan orichalcum yang didiskripsikan berwarna merah, harga lebih mahal kecuali emas. “Kemungkinan batu pertama Zirkon. Banyak ditemukan di Kalimantan,” ujarnya.

Catatan Plato berikutnya, pusat pemerintahan berada di laut, di mulut laut. Terdapat banyak pulau. Dermaga yang ramai dan dikunjungi dari berbagai penjuru. Armada angkatan laut yang kuat. “Tradisi maritim tinggi. Melihat sejarah peradaban, kemungkinan hanya di Asia Tenggara,” ujar Dhani.

Teks berikutnya, wilayahnya memiliki sebuah laut dan mulut laut yang dikelilingi benua tak terbatas. di luar wilayah terdapat Samudera. Menjulang dan terjal di sisi Samudera. “Narasi geografi cukup detail. Kemungkinan di Sundalandia atau Asia Tenggara bagian Barat. Sekarang pulau Sumatera dan Kalimantan,” ujarnya.

Mungkin gambar peta dan teks yang menyatakan 'Benua Asia Benua tak berbatas Garis pantai 600 11.600tahun tahun lalu Pulau-pulau yang Pulau-pulauyn ain Perkiraan wilayah Atlantis Wilayah sisi samudera yang menjulang dan terjal Sundalandia Samudera Atlantik Mulutlaut'

Plato menulis, terjadi perang 9 ribu tahun sebelum Solon. Dhani mengutip kisah Plato yang menyebut Atlantis adalah dataran rata dan halus, serta turun menuju laut. Selain itu, Plato menyebut Benua Atlantis berupa dataran yang dikeliling pengunungan yang indah besar dan kecil, yang identik dengan Pegunungan Muller Schwaner dan Meratus.

Data lainnya, pulau legendaris tersebut disebutkan menghadap ke selatan dan terlindung di sebelah utara. Atlantis berbentuk persegi dan lonjong sepanjang sekira 555 kilometer dan lebarnya 370 kilometer. Dari gambaran Plato, lanjut Dhani, terungkap tanah subur, rakyat makmur, banyak sungai, dan banyak padang rumput.

Provinsi Kalimantan Tengah terdapat dua pegunungan. Yakni gunung Muller Schwaner dan Meratus. Ukuran panjang 550 kilometer lebar 370 kilometer, terbuka ke laut Jawa.

Dhani menjelaskan, saluran air yang diceritakan oleh Plato merupakan sungai-sungai yang berasal dari Pegunungan Muller Schaner dan Meratus. Ketika itu, Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan masih bersatu, dan belum terpisahkan akibat naiknya air laut.

Teks berikutnya, terdapat saluran di dalam dataran. Saluran utara dalam 100 kaki (sekitar 30 meter, lebar 1 stadium (sekitar 185 meter) dengan interval 100 stadium (sekitar 18,5 kilometer), keliling daerah 10 ribu stadium (sekitar 1.850 kilometer). Ada terusan yang digali dari saluran utama, menghubungkan satu ke yang lain. Kedua jenis saluran digunakan mengangkut kayu dan hasil bumi menggunakan kapal. Kedua saluran digunakan untuk mengairi lahan di musim panas (kemarau) dan lahan mendapat air hujan di musim dingin (musim hujan). Menghasilkan dua kali panen setahun.

Dhani meneliti ada saluran yang sesuai dengan ciri tersebut yakni Sungai Barito, Kapuas, Kahayan dan Sembangau. Lebar sungai antara 600 meter sampai 800 meter, dengan kedalaman 8 meter. “Jarak rata-rata antar sungai sekitar 20 kilometer mendekati 18,5 kilometer yang dikatakan Plato,” katanya.

Secara lokal terusan atau saluran tersebut disebut anjir. Saluran yang menghubungkan antar dua sungai untuk transportasi. Hampir semua jaringan sungai bisa dilayari, menjadi sistem transportasi. Mengangkut hasil bumi dan hutan melalui sungai.

Mungkin gambar peta dan langit

Plato menulis pulau ibukota Atlantis ada di laut yang dikelilingi benua tak terbatas, yang lainnya adalah samudera yang sebenarnya. Bekas kotanya sekarang berada di bawah laut. Tak dapat dilayari dan ditembus karena tertutup terumbu karang.

Dhani memperkiraan lokasi di laut Jawa, di lepas pantai Kalimantan. Ibu kota Atlantis identik dengan terumbu karang Gosong Gia atau Annie Florence Reef. Gosong Gia terletak 150 kilometer timur laut Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur.

Teks Plato berikutnya, ciri-ciri kota terdapat mata air panas dan dingin. Batu berwarna putih, hitam dan merah. Bebatuannya dilubangi untuk atap galangan (kapal) ganda.

Catatan plato ini mirip dengan Pulau Bawean, Gresik. Ada mata air panas dan dingin. Terdapat bebatuan beku berwarna merah, putih dan hitam. Di bawah bebatuan ini bisa untuk simpan kapal (galangan).

Untuk menggambarkan Kota Atlantis, Plato menulis kota terdiri dari cincin-cincin konsentris zona perairan dan dataran. Terdapat kuil kecil di atas bukit. Terdapat istana raja dan rumah pejabat. bangunan kuil dilapisi orichalcum, emas dan perak.

Dhani menunjukkan peta terumbu karang Gosong Gia berbentuk lingkaran. Dinding orichalcum masih kelihatan, tertutup terumbu karang, tapi masih kelihatan polanya. Masyarakat Bawean, menyebutnya pulau gaib di utara Bawean. Pulau berbahaya bagi pelayaran, kadang muncul kadang tak terlihat. Ia mencocokkan dengan data pelayan Amerika jika terumbu karang Gosong Gia, kadang muncul saat air surut dan tenggelam saat laut pasang. “Berbahaya bagi pelayaran,” ujarnya.

Plato mencatat Atlantis hancur sembilan ribu tahun sebelum Solon. Hancur karena gempa bumi dan “banjir” dari laut. Tenggelam tanpa henti setelahnya. “Banjir laut itu tsunami. Gempa dan tsunami saling terkait,” kata Dhani.

Dhani menyimpulkan terjadi tsunami yang diawali dengan gempa bumi. Kemudian puing kota tenggelam karena kenaikan permukaan air laut secara perlahan-lahan. Bertepatan dengan bencana alam pada akhir periode dryas muda, sekitar 11.600 tahun lalu. Berat es bergeser ke lautan memicu retakan di kerak bumi untuk bergerak menyebabkan bencana hebat. Menyebabkan gempa, letusan gunung api, gelombang pasang dan banjir. Menghancurkan populasi manusia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.