Menguak Simbol Freemason di Piring Keramik Kuning Situs Makam Gunung Jati

oleh -63 views
Piring kuna yang menempel di pintu masuk kompleks situs Makam Sunan Gunung Jati Cirebon terdapat motif freemason. Foto: Wibi/Radar Cirebon

MESKI ratusan tahun beroperasi di Nusantara, keberadaan Freemason atau dalam bahasa Belanda dikenal Vrijmetselaarij, nyaris tak tertulis dalam buku-buku sejarah. Padahal, banyak literatur yang cukup memadai untuk dijadikan rujukan penulisan sejarah tentang gerakan salah satu kelompok Yahudi di wilayah jajahan yang dulu bernama Hindia Belanda ini.

Menjadi menarik ketika situs pemakaman Sunan Gunung Jati, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon,  ditemukan logo Freemason pada tugu pertama, pintu sebelah kiri ketika memasuki situs religi kebanggaan masyarakat Cirebon tersebut. Logo tersebut, terukir dalam piring keramik berwarna kuning dengan logo jangka dan penggaris terukir jelas serta huruf G yang tampak di tengah keduanya.

Sementara, bagi penganut teori konspirasi, freemasonry adalah “The Shadow” atau “Invisible Hand” yang secara diam-diam mengendalikan pemerintahan-pemerintahan dunia, sistem keuangan dan bahkan arus informasi. Tujuan utama mereka adalah menciptakan sebuah tatanan dunia baru yang dikendalikan sepenuhnya oleh para mason.

24 Juni  1717, empat lodge diantara sekian banyak lodge yang tersebar di Eropa berkumpul di London dan kemudian sepakat membentuk satu Lodge besar yang disebut The Grand Lodge of England. Tak lama setelah pendiriannya, The Grand Lodge of England menjadi Lodge yang paling berpengaruh di Eropa.

Pendirian Grand Lodge ini dianggap sebagai sejarah freemasonry modern.

Dalam prosesnya, Grand Lodge of England mendapat tandingan dari sebuah Grand Lodge baru yang didirikan belakangan. Perpecahan ini berlangsung hingga 62 tahun. Pada tanggal 27 Desember 1813, setelah melewati beberapa kompromi, kedua lodge besar ini memutuskan untuk menggabungkan diri.

Lodge gabungan yang baru ini bernama The United Grand Lodge of England (UGLE). Dan sejak itu freemasonry mulai menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika.

Berdasarkan penelusuran radarcirebon.com, freemasonry sebenarnya termasuk sebuah organisasi dengan sistem kepangkatan yang rumit. Hal ini dikarenakan pengajaran dan filosofinya diungkapkan secara bertahap lewat beberapa organisasi yang dibentuk belakangan.  Freemasonry memiliki tiga level di dalam kepangkatannya yang disebut blue degrees yaitu :

  • Entered Apprentice
  • Fellow Craft
  • Master Mason

Secara teknis, boleh dibilang tidak ada pangkat yang lebih tinggi dibanding Master Mason. Namun, apabila seseorang telah menjadi Master Mason, ia boleh mendapatkan pengajaran tambahan untuk mengenal ritual freemasonry yang lebih dalam lewat dua organisasi yang dibentuk belakangan yaitu The Scottish Rite danThe York Rite.

The Scottish Rite memiliki pangkat level 4 (Master traveller) hingga level 33 (Sovereign Grand Inspector General). Sedangkan The York Rite memiliki sistem kepangkatan yang lebih rumit. Namun yang paling terkenal adalah pangkat tertingginya, yaitu The Order of the Knight Templars atau biasa disebut Knight Templar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.