Mencari Terang Petengnya Sultan Matangaji (Bagian Ketujuh)

oleh -102 views
Kraton Kasepuhan tahun 1920 (Tropenmuseum)

SIKAP Sultan Matangaji yang dinilai sangat frontal terhadap Belanda ternyata mendapatkan ancaman dari dalam. Sultan Muda memanfaatkan kesempatan emas ini dengan baik, hingga berhasil membunuh Sultan Matangaji secara licik. Oleh Belanda, Ki Muda dinobatkan sebagai Sultan Sepuh VI dengan gelar Sultan Hasanudin, karena keberanian dan keberahasilannya menyisihkan Sultan Matangaji.

Pemeo bahwa kini keluarga keraton Cirebon tidak begitu peduli pada tinggalan cagar budaya yang ada di Cirebon, dikonstruksi dari narasi ini, karena mereka sebagai the other’s (bukan trah).

Baca:

Mencari Terang Petengnya Sultan Matangaji (Bagian Keenam)

Mencari Terang Petengnya Sultan Matangaji (Bagian Kelima)

Mencari Terang Petengnya Sultan Matangaji (Bagian Keempat)

Karena tragedi itu, adik Sultan Matangaji, Pangeran Suryanegara, hengkang dari keraton dengan membawa sejumlah kitab dan pusaka, lalu membangun kekuatan di wilayah pedalaman (Indramayu). Semestinya Pangeran Suryanegara yang paling berhak menggantikan tahta kesultanan Kasepuhan, sebagai Sultan Sepuh VI.

Selanjutnya, anak keturunan Pangeran Suryanegara berusaha menghindari perselisihan dengan pihak keraton. Di antara mereka, ada yang mendalami ilmu agama (Islam).

Di dalam naskah Tarekat Qadiriyah Wanaqsabandiyah, terdapat nama seorang mursyid Tarekat Qadiriyah Wanaqsabandiyah (TQN) Syekh Abdul Manan, yang ditengarai termasuk salah seorang keturunan Pangeran Suryanegera.

Abdul Manan kini namanya diabadikan menjadi nama masjid agung di Indramayu: Masjid Islamic Center Abdul Manan Indramayu. Gejala ini lumrah dialami oleh keluarga keraton, seperti Syekh Muqoyyim menyisih dari lingkungan keraton Cirebon dan membangun pesantren bahkan menjadi mursyid Tarekat Syattariyah karena adanya konflik keluarga; Raden Benggala Wiralodra mendalami ilmu agama setelah tahtanya diambil alih oleh adiknya, Raden Benggali Singalodra.

(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.