Mencari Terang Petengnya Sultan Matangaji (Bagian Keempat)

oleh -200 views
Pintu Tua Kraton kasepuhan tahun 1912 (KITLV)

DIANGKATNYA Sultan Matangaji sebagai Sultan Sepuh V, karena ayahnya, Sultan Sepuh IV, Raja Sena telah wafat. Sultan Sepuh IV Raja Sena memiliki 13 anak: Ratu Sultan Waragang, Ratu Raja Kartanadhi, Ratu Raja Adiningrat, Ratu Raja Wanawati, Ratu Raja Anom, Pangeran Arya Lor, Sultan Matangaji, Sultan Muda, Pangeran Arya Lorpalet, Ratu Raja Ambetkasih, Pangeran Arya Kidul,Pangeran Arya Wetan, dan Pangeran Arya Kulon. Demikian yang dijelaskan dalam Pustaka Asal-usul Kasultanan Cirebon.

Baca:

Mencari Terang Petengnya Sultan Matangaji (Bagian Pertama)

Mencari Terang Petengnya Sultan Matangaji (Bagian Kedua)

Mencari Terang Petengnya Sultan Matangaji (Bagian Ketiga)

Dua dari anak-anak Sultan Sepuh Raja Sena lahir dari ibu yang berbeda. Pertama, Sultan Matangaji, lahir dari Ratu Kidul, Pakenden. Kedua, Sultan Muda, lahir dari Ratu Turi, berasal dari Pakenden. Sebagian kalangan menentang pendapat ini, karena Sultan Matangaji didudukkan sebagai putra selir. Bahkan ada yang beranggapan Sultan Matangaji mengalami
kegilaan menjelang kematiannya.

Sebaliknya, pada suntingan teks Serat Carub Kandha menegaskan bahwa Sultan Matangaji bukanlah anak dari seorang selir. Sultan Matangaji adalah putra sulung dari lima bersaudara. Kedua, Pangeran Arya Kidul atau Pangeran Jaya Wikarta. Ketiga, Pangeran Arya Panengah, yang memiliki tiga nama lain yaitu Pangeran Suryanegara, Pangeran Suryadilaga, dan Pangeran Suryakusuma. Keempat, Pangeran Arya Kulon. Dan, terakhir, Nyi Mas Ratu Moblong, yang menikah dengan Ki Muda atau Sultan Muda. Jadi, di sini, Sultan Muda sebagai menantu dari Sultan Raja Sena.

Pangeran Suryanegara, putra ketiga Sultan Raja Sena, dianggap paling berhak melanjutkan tahta Sultan Matangaji. Namun, ia tidak mendapatkan kesempatan itu, bahkan ia dibuang ke Ambon. Sebelum dibuang ke Ambon, Pangeran Suryanegara hijrah ke arah barat (Indramayu) meninggalkan keraton dengan membawa benda-benda pusaka, terutama naskah kuna. Tinggalan Pangeran Suryanegara yang berupa naskah kuna, kini tersebar di keluarganya.

Sementara itu, menurut naskah Carang Satus koleksi Keraton Kasepuhan, pengangkatan Sultan Muda sebagai Sultan Sepuh VI, karena Sultan Matangaji dalam kondisi sakit berat. Belanda yang menobatkan Sultan Muda, atau Muhammad Hasanudin (Muhammad Imamudin) sebagai penggantinya. Akan tetapi, Sultan Muda tidak begitu dicintai oleh rakyatnya, sehingga rakyat menghendaki supaya diasingkan.

(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.