Mal, Restoran, Hotel Berdarah-darah Terdampak Kebijakan PPKM, Bagaimana Cirebon?

oleh -103 views
Foto: piknikyuk.radarcirebon.com

CARUBAN NAGARI-Pengusaha pusat perbelanjaan atau mal, restoran, hingga hotel meminta Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dimulai sejak 11 Januari tidak dilanjutkan. Mereka mengaku kian terpuruk untuk bisa bertahan di kondisi saat ini.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta, Ellen Hidayat mengatakan, kebijakan tersebut menyebabkan kunjungan ke pusat perbelanjaan di DKI Jakarta kembali turun sekitar 8 persen menjadi tinggal 32 persen.

Padahal sebelum PPKM diberlakukan, tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan atau okupansi berada di angka 40 persen dari kondisi normal sebelum pandemi. Penurunan jumlah pengunjung ini dikarenakan adanya pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan yang hanya sampai pukul 19.00 WIB.

Apalagi, kata Ellen, dine in atau makan di tempat juga hanya diizinkan sebanyak 25 persen, ditambah adanya aturan 75 persen work from home (WFH) dan hanya 25 persen yang boleh work from office (WFO). Menurut Ellen, kondisi ini memaksa pusat perbelanjaan dan para tenant untuk mengurangi tenaga kerja.

“Kebijakan ini dampaknya sangat luas bagi pusat perbelanjaan. Dari hasil pantauan kami sejak 11 Januari 2020 sampai hari ini, trafik yang tadinya 40 persen hanya sampai rata-rata sekitar 32 persen. Bahkan beberapa pusat belanja mencapai 30 persen. Jadi drop sekitar 8 persen,” tuturnya, konferensi pers secara virtual, Senin, 18 Januari.

Tak hanya itu, kata Ellen, sekitar 15 persen retailer ataupun tenant juga tidak melanjutkan sewanya lagi karena sudah habis masa sewanya, sehingga ke depan akan terjadi kekosongan di pusat belanja. Padahal, menurut dia, pusat perbelanjaan selama ini selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Sampai saat ini perlu kami tegaskan bahwa pusat belanja di DKI Jakarta bukan merupakan klaster COVID-19. Sedangkan peraturan-peraturan yang selalu dikenakan kepada kami, bilamana ada peraturan apapun yang muncul setiap PSBB ataupun PPKM selalu pusat perbelanjaan menjadi sasaran tembak,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.