Ledakan Bom Bunuh Diri di Masjid Adz-Dzikro, Ini Kesaksian Kasi Propam Polres Ciko Iptu Sukirno

oleh -1.051 views
IPTU SUKIRNO. Sebanyak 30 korban aksi terorisme termasuk peristiwa pengeboman di Masjid Adz-Dzikra Polres Cirebon Kota mendapat dana kompensasi dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

CARUBAN NAGARI-Mabes Polri memastikan Muhammad Syarif Astanafarif sebagai pelaku bom bunuh diri di Masjid Adz-Dzikro, Cirebon, 15 April 2011.

Saat itu, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, Brigjen Musaddeq Ishak memastikan pelaku bom bunuh diri di Masjid Adz-Zikro yang terletak di Kompleks Kantor Polresta Cirebon, Jawa Barat, Jumat 15 April 2011 adalah Muhammad Syarif Astanagarif, 32 tahun, warga Pleret, Majalengka, Cirebon.

“Ada tiga alat ukur untuk identifikasi primer yang mutlak, pertama adalah sidik jari, yang kedua adalah data gigi yang ketiga adalah melalui analisis DNA. Tiga-tiganya dari tiga faktor primer ini cocok,” tegas Musaddef Ishak.

“Satu, sidik jari identik. Kemudian, data gigi juga diakuin oleh keluarganya bahwa ini memang betul giginya Muhammad Syarif. Lalu, ketiga, melalui pemeriksaan DNA, kita bisa buktikan secara ilmiah bahwa pelaku bom bunuh diri di Mesjid Polresta Cirebon adalah bernama Muhammad Syarif,” Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, Brigjen Musaddeq Ishak menambahkan pemeriksaan sidik jari dilakukan dengan mencocokkan Surat Izin Mengemudi (SIM) milik pelaku.

Musaddeq mengakui untuk melakukan tes terhadap jasad pelaku cukup memakan waktu lama karena Muhammad Syarif merupakan pemain baru dalam jaringan teroris yang rekam jejaknya tidak dimiliki polisi.

Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Irjen Mathius Salempang mengungkapkan selama ini Muhammad Syarif merupakan orang yang masuk dalam pencarian orang dalam kasus perusakan minimarket Alfamart di Cirebon. 

10 Tahun lalu, kini tanggal 29 Januari 2021, Tragedi Jumat 15 April 2011 masih dirasakan saksi hidup yang saat itu sangat berdekatan dengan pelaku pengeboman di Masjid Adz Zikra di markas Polres Cirebon kota.

Saat mengingat peristiwa itu, Kasi Propam Polres Ciko bahkan tak sanggup menceritakan hingga menitihkan air mata.

Iptu Sukirno menjelaskan saat peristiwa pelaku bom berusaha menempati shaf paling depan tepat disamping Kapolres (red-saat itu). Namun terdapat anggota polisi lain yang lebih dulu menempati shaf terdepan disamping Kapolres. Sehingga pelaku berdiri persis dibelakang Kapolres. Seketika bom meledak dan dirinya berusaha menyelematkan diri sambil berjalan merangkak.

“Saat itu suasananya kacau, semua lari, kami sempat jatuh disitu, “ungkapnya saat pemberian dana kompensasi dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), di Aula Sanika Polres Cirebon Kota Jl. Veteran No 5 l, Kota Cirebon, Jumat pagi (29/1).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Cirebon Kota AKBP Imron Ermawan, Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo, Wakil Ketua LPSK Brigjen Pol Achmadi, Wakil Ketua LPSK Susilaningtyas, Sekjen LPSK Noor Sidharta, Deputi Bidang Pencegahan Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Hendry Paruhuman Lubis dan Direktur Perlindungan BNPT Brigjen Pol Herwan Khaidir. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *