Konon Jatuhnya seperti Ular Besar dari Langit, Keris Sunan Gunung Jati, Sangyang Naga di Graksan?

oleh -1.771 views
Ilustrasi

CARUBAN NAGARI-Terdapat versi lain, Syeh Siti Djenar alirannya ditentang para Wali di Jawa maka ia dihukum mati oleh Sunan Kudus di Masjid Sang Cipta Rasa (Masjid Agung Cirebon) pada tahun 1506 Masehi dengan Keris Kaki Kantanaga milik Sunan Gunung Jati dan dimakamkan di Anggaraksa/Graksan/Cirebon.

Keris Kaki Kantanaga, pusaka paling masyhur yang dimiliki Sunan Gunung Jati itu di kabarkan dalam naskah-naskah klasik Cirebon, salah satunya, Naskah Mertasinga. 

Menurut Naskah Mertasinga menyebut Keris Sangyang Naga didapat Ketika Sunan Gunung Jati melakukan dizikir pada bulan Ramadhan, Keris ini muncul didepan beliau tepat pada malam Lailatul Qadar. Keris pada mulanya tersebut diceritakan tanpa werangka dan gagang atau pegangan keris.

Dinamakan Sangyang Naga, karena jatuhnya keris ini dalam suasana seperti jatuhnya ular besar dari langit (naga). Werangka (sarung keris) dan Gagangnya kemudian dibuatkan, adapun pembuatnya adalah Ki Bengkok salah seorang murid Sunan Jati. Keris inilah yang kemudian dipergunakan untuk menghukum mati Syeh Siti Djenar. 

Baca: Siapa Kasan Ali Saksar, Misteri Syeh Siti Djenar

Naskah Mertasinga dalam Pupuh 33 poin 4 sampai dengan 26.

Dikisahkan para Wali berkumpul di Masjid Pakungwati Cirebon, Sunan Kudus kemudian memerintahkan Ki Badiman untuk memanggil Syekh Lemah Abang untuk dihukum mati atas akibat dari kesalahannya.

Ki Badiman kemudian menemui Syekh Siti Jenar dikediamannya, namun demikian, ketika Ki Badiman menyampaikan undangan secara lisan bahwa Syekh Siti Jenar  di Panggil Dewan Wali atas nama Pemerintah Cirebon,

Syekh Siti Jenar malah menjawab “Siti Jenar Tidak Ada Yang Ada Allah”.
Dan kemudian ketika Ki Badiman berkata “Allah Di Panggil Dewan Wali” kemudian Syekh Siti Jenar malah menjawab ” Allah tidak ada yang Ada Syekh Siti Jenar”.

Baca: Samarnya Asal-usul Syech Siti Jenar

Dan barulah ketika Ki Badiman menyebutkan “Allah dan Syekh Siti Jenar atau Syekh Lemah Abang dipanggil Wali”. Syekh Siti Jenar kemudian bersedia memenuhi undangan.

Setelah Syekh Siti Jenar sampai di Cirebon, kemudian Syekh Siti Jenar mempersilahkan diri untuk dihukum mati.

Dalam pelaksanaan hukuman mati tersebut Syekh Siti Jenar di ikat dibawah pohon Tanjung. Adapun yang melakukan pengikatan adalah Pangeran Kejaksaan dan Pangeran Majagung.

Adapun yang melakukan hukuman mati terhadap Syekh Siti Jenar adalah Sunan Kudus. Syekh Siti Jenar dihukum mati dengan cara ditusuk menggunakan sebilah keris.

Keris yang digunakan dalam eksekusi mati itu adalah keris kepunyaan Sunan Gunungjati yang bernama Keris Sangyang Naga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.