Kampung Adat di Kawasan Hutan Larangan Ini Gunakan Batu dan Dahan Pohon

oleh -81 views
© Foto: Youtube/FHR 21 Entertainment

CARUBAN NAGARI-Kampung Adat Kuta, Karang Paninggal, Tambak Sari, yang terletak di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, memiliki pantangan unik bagi setiap warganya.

Larangan ini diwariskan dari para leluhur demi menjaga kelestarian alam. Agar kelak manusia dapat hidup saling berdampingan dengan alam.

Baca: Mistisnya Kampung Pitu yang Hanya Ditinggali 7 Keluarga, Warganet: Jika Kurang 7 Anak Keturunannya Bikin KK Baru

Hal ini pun dibagikan oleh kanal YouTube FHR 21 Entertainment. Nah, bagaimana cerita selengkapnya? Simak ulasannya berikut ini.

Saat masuk ke wilayah Kampung Adat Kuta, hal pertama yang akan dijumpai adalah keindahan alam yang tetap terjaga.

Warga setempat sangat menjaga kelestarian lingkungan tempat tinggal mereka. Salah satunya dengan tidak menggunakan semen dan aspal untuk membuat jalan. Melainkan terbuat dari tanah dan batu.

Tak hanya itu, warga setempat juga hanya menggunakan perabotan tradisional yang terbuat dari batu dan dahan kering.

Kampung Adat Kuta ini juga dikenal dengan berbagai pantangan. Salah satunya dilarang membangun rumah secara permanen yang berbahan semen, batu, dan genting.

” Kalau secara fisik, kita bisa lihat ke bentuk rumahnya. Di sini itu menurut ahlinya, orang-orang di sini itu dilarang untuk membuat rumah yang permanen,” ungkap pembuat video.

Larangan tersebut dibuat dengan tujuan agar rumah yang dibangun dari bahan alami seperti kayu dan daun, akan dapat diolah kembali.

Dengan cara ini, warga mampu mempertahankan alam serta menjaganya dari kerusakan akibat ulah manusia.

Larangan lainnya adalah warga dilarang untuk membuat sumur galian dan diarahkan untuk mengambil air yang dialirkan melalui 4 sumber air yaitu Cibangbara, Ciasihan, Cinangka, dan Cipanyipuhan.

Di Kampung Adat Kuta diketahui juga tidak tersedia tempat pemakaman umum atau kuburan untuk masyarakat setempat. Ketika terdapat warga yang meninggal dunia, maka akan dimakamkan di desa tetangga yang bernama Cibodas.

Selain itu, pantangan lain yang dilarang bagi warga setempat adalah larangan memakai baju dinas, larangan memakai perhiasan emas, pantang memakai pakaian berwarna hitam, tidak boleh membuat kegaduhan, dan dilarang menggunakan alas kaki saat memasuki kawasan Hutan Larangan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.