Istri Prabu Siliwangi 151 Orang, Hanya Ambetkasih, Subanglarang, Kentring Manik yang Dikenal

oleh -86.789 views
Area makam keramat bersejarah di Kebun Raya Bogor. (Foto : NU Online)

CARUBAN NAGARI-Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharja menjadi raja di Pakuan Pajajaran pada 1482 M. Masa kecil Prabu Siliwangi dihabiskan bersama kakeknya, Prabu Niskala Wastu Kancana di Kawali. Berdasarkan sumber-sumber sejarah yang ditemukan, berupa babad dan wawacan, disebutkan bahwa Prabu Siliwangi memiliki istri berjumlah 151 orang.

Baca:

Prabu Siliwangi Miliki 151 Istri, Kenapa Nyi Subang Larang Dibuang?

Ada 42 Makam 10 Tak Dikenal di Kebun Raya Bogor, Salah Satunya Istri Prabu Siliwangi?

Disadur dari Sejarah Kebudayaan Sunda. Bandung : Yayasan Masyarakat Sejarawan Indonesia. Nina Herlina Lubis. Namun, hanya beberapa istrinya saja yang sering disebutkan dalam kisah-kisah mengenai Prabu Siliwangi, di antaranya Ambetkasih (putri Raja Sindangkasih), Subanglarang (putri Ki Gedeng Tapa), dan Kentring Manik (putri Susuktunggal, Raja Pakuan, yang juga paman dari Prabu Siliwangi).

Baca: Banjir Nabi Nuh Pemicu Tenggelamnya Sundaland?

Pernikahan prabu dengan istri-istrinya itu dilakukan ketika ia telah menjadi seorang raja, dan sedang melakukan kunjungan ke daerah-daerah sekitar wilayah kekuasaannya. Dikisahkan, ketika menikah dengan Subanglarang, Prabu Siliwangi sempat masuk agama Islam, tetapi kemudian kembal ke agama Hindu. Hal itu dilakukan karena Subanglarang dan ayahnya, Ki Ageng Tapa, penganut agama Islam yang taat dan juga Subanglarang merupakan santri Syekh Quro.

Prabu Siliwangi mewarisi takhta kerajaan dari pamannya, Susuktunggal yang memerintah dari 1427 M sampai 1482 M. Prabu Siliwangi resmi menjadi maharaja Kerajaan Sunda pada 1482 M sampai 1521 M. Ketika berada di bawah pimpinan Prabu Siliwangi pusat kerajaan dipindahkan dari Kawali (Ciamis) ke Pakuan Pajajaran (Bogor).

Baca: Sejak Romawi Kuno Nama Sunda dan Jawa Dikenal, Dimana Sundaland?

Oleh karenanya, sejak pemindahan itu kerajaan dikenal dengan nama Kerajaan Sunda Pakuan Pajajaran. Ketika berada di Pakuan, Prabu Siliwangi menikah dengan anak pamannya, bernama Kentring Manik. Dari pernikahannya itu, Prabu Siliwangi dikaruniai seorang putra bernama Surawisesa.

Masyarakat percaya bahwa Prabu Siliwangi tidak meninggal, melainkan “ngahiyang”. Istilah tersebut dikenal oleh masyarakat Sunda sebagai proses perginya jiwa dan raga seseorang ke suatu tempat tidak untuk selama-lamanya.

Beberapa kelompok masyarakat selalu percaya bahwa Prabu Siliwangi masih berada di sekitar mereka. Tetapi beberapa naskah mengatakan bahwa Prabu Siliwangi meninggal tahun 1521 dan dimakamkan di Rancamaya, Bogor. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.