Isi Dalam Ka’bah yang Jarang Diketahui

oleh -151 views
Ka'bah/Wikimedia Commons

CARUBAN NAGARI-Melihat Ka’bah dari luar sudah banyak dilakukan orang. Lantas bagaimana jika melihat isi Ka’bah dari dalam? Di Indonesia, yang pernah melihat isi dalam Ka’bah adalah presiden.

Presiden Indonesia siapa saja yang pernah melihat isi dalam Ka’bah? Selain Jokowi, orang yang pernah masuk ke dalam Ka’bah adalah Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), serta Presiden ke-2 Soeharto.

Kira-kira, bagaimana isi Ka’bah itu? Penasaran kan ampaiu sekarang? Ternyata, isi Ka’bah sederhana sekali. Berdasarkan potret sisi dalam Ka’bah yang pernah diabadikan Al-Arabiya.net, ada tiga tiang kayu yang menopang langit-langit Ka’bah.

Kayu tersebut dipasang oleh salah seorang sahabat Nabi Muhammad yang bernama Abdullah bin Zubair.  Di depan pintu Ka’bah, ada lemari yang di atasnya terdapat alat untuk pengasapan kayu gaharu yang biasa digunakan untuk mengharumkan ruangan Ka’bah. 

Ada juga delapan batu yang dihiasi dengan kaligrafi Arab. Kata-kata di batu terbuat dari marmer berwarna-warni. Di sisi kanan Ka’bah, terdapat sebuah pintu bernama pintu taubat. Di sana, ada tirai sutra dengan ukiran emas dan perak.

Di dalam pintu itu, ada tangga menuju ke atap Ka’bah. Lantai Ka’bah sendiri menggunakan marmer berwarna putih. Sementara dindingnya, terbuat dari marmer berwana-warni dan berukir. Secara garis besar, interior Ka’bah ditutupi dengan tirai sutra merah yang memiliki teks bersulam putih.

Sementara dalam opini Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, yang berjudul “Ada Apa di Dalam Kabah”, yang pernah dimuat Media Indonesia, ia menulis jika di dalam Ka’bah hanya ditemukan kesederhanaan saja.

“Sebenarnya bagian dalam Kabah tidak ada apa-apa. Hanya ada sebuah meja kecil, setinggi lutut tempat duduk lampu rechargeable untuk menerangi ruangan gelap.”

“Di dalamnya tidak ada Air Conditioner (AC) atau kipas angin. Lubang udara satu-satunya ialah pintunya, kalau sedang dibuka. Tidak ada barang antik, tidak ada lukisan atau ukiran, tidak ada kesan mewah di dalamnya.”

“Justru di tengah kehampaan, tidak ada apa-apa kecuali ruang kosong, membuat diri kita semakin merinding. Di dalam Kabah, kita bisa salat ke arah semua penjuru mata angin. Kita bisa salat menghadap ke sekeliling tembok.”

“Di sinilah keagungan Kabah, di tengah kekosongannya kita diajak untuk mengosongkan diri seperti kosongnya bagian dalam Kabah. Tidak ada sedikitpun kesan mewah di dalamnya, betapa perlunya menghilangkan segenap kesan kemewahan duniawi saat kita menghadap ke haribaan Allah SWT.”

“Sekiranya ada benda sakral atau benda-benda lain, yang bisa mejadi perhatian menarik para pengunjung maka sudah barang tentu akan mengganggu kekhusyukan orang di dalamnya. Orang-orang akan terdekonsentrasi terhadap bangunan atau benda-benda itu.” (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.