Ini Pengakuan Mantan Pelaku Ritual Babi Ngepet

oleh -257 views

CARUBAN NAGARI-Tertangkapnya babi ngepet yang ada di Sawangan, Depok menghebohkan masyarakat Indonesia. Pasalnya, praktik babi ngepet sendiri banyak yang meyakini kalau itu hanya mitos saja.

Namun, ada juga yang meyakini bahwa babi ngepet memang benar adanya. Berikut pengakuan seorang pria yang dulunya pernah melakukan ritual babi ngepet yang dikutip carubannagari.radarcirebon.com dari channel Youtube TH.2 Tv.

Firman (bukan nama sebenarnya) melakukan aksinya pada tahun 2003. Akibat desakan ekonomi pada saat itu, Firman pergi ke suatu daerah di Jawa Barat. Di situ, ia menemui seorang dukun untuk diajari cara melakukan ritual babi ngepet.

Setelah mendapat petunjuk, dukun tersebut mengarahkan Firman untuk pergi ke sebuah kompleks kuburan. Di kuburan tersebut ada sebuah makam panjang di bawah pohon besar yang nantinya akan digunakan Firman sebagai lokasi ‘bertirakat’ dan berpuasa.

Namun, puasa yang dijalani oleh Firman sedikit berbeda. Pada pagi hari, ia boleh minum air embun. Siang harinya ia boleh makan namun hanya beberapa kepal ketan putih saja. Lalu lanjut berpuasa lagi sampai malam.

Pada malam ke-19, Firman ditemui oleh seekor babi besar seukuran kerbau. Rupanya itu adalah siluman babi yang kemudian mengajarkan Firman untuk melakukan ritual babi ngepetnya. Sebelum melakukan ritual, babi tersebut melakukan perjanjian berupa tumbal dengan Firman.

“Awalnya sih dia bilang tumbal itu berupa anak. Tapi nggak harus anak sendiri, bisa anak kecil,” ungkap Firman

Firman akhirnya menyanggupinya dan ia pun akhirnya bisa berubah menjadi babi. Ketika menjadi babi, Firman mengungkapkan bahwa babi itu hanya luarannya saja, namun ketika berjalan ia tetap berjalan dengan dua kaki layaknya manusia biasa.

“Saya hanya menggeserkan tubuh ke dinding-dinding rumah yang saya mau curi. Tiba-tiba saya ketemu kaca. Saya lihat kaca, lihat diri saya kok monyong seperti babi. Tapi perasaan saya itu nggak babi,” katanya.

Firman pun mulai melancarkan aksinya pada pukul 12 malam. Tak hanya mengambil uang, ia juga mengambil perhiasan dan barang berharga lainnya. Setelah berhasil mendapatkan penghasilan, Firman tak langsung bebas. Ia masih harus menyepakati perjanjiannya dengan babi tersebut.

“Saya harus mendatangi ke makam tersebut. Disana saya disuruh minum darah. Saya nggak tahu itu darah apa tapi baunya luar biasa amis. Dan pada malam-malam Jumat itu saya diajak bersetubuh dengan seekor babi yang besar itu. Padahal sebelumnya nggak ada perjanjian itu,” kata Firman dengan terbata-bata.

Semua itu Firman lakukan dengan terpaksa, namun karena kondisi ekonomi yang tak kunjung membaik, tetap ia lakukan. Tetapi, semuanya berubah ketika suatu hari anaknya sedang bermain otopet.

Anaknya tertabrak oleh sebuah mobil yang sedang melintas dan tewas seketika. Namun menurut penuturan warga, anak Firman seperti bukan ditabrak namun seperti ada yang menarik.

“Saya berpikir mungkin anak saya ini dijadikan tumbal oleh siluman babi tersebut,” katanya.

Setelah kejadian itu, Firman memutuskan bertaubat dan berhenti dari ritual babi ngepet tersebut. Ia pun akhirnya bisa menjalani hidupnya dengan normal kembali. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *