Hadiri Ngunjung Adat, Sultan Sepuh Aloeda II Ajak Masyarakat Mertasinga Terus Hidupkan Kearifan Lokal

oleh -585 views

CARUBAN NAGARI-Dalam rangka melestarikan adat dan tradisi yang sudah turun temurun, masyarakat desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, menggelar tradisi ngunjung di dua situs yang ada di desa tersebut, Jumat (1/9/2021).

Tradisi ngunjung sendri diawali dengan kegiatan ziarah kubur ke leluhur warga desa Mertasinga yakni Pangeran Suryanegara (Pangeran Arya Panengah Abu Hayat Suryakusuma) yang ada di Wanacala, Harjamukti, Kota Cirebon.

Sultan Sepuh Aloeda II Kraton Kasepuhan mengajak masyarakat Mertasinga untuk terus menghidupkan kearifan lokal sebagai upaya memupuk ketangguhan diri di tengah pandemi Covid-19.

“Sembari terus memupuk solidaritas, gotong royong, dan mendukung langkah-langkah masyarakat untuk kembali berupaya menghidupkan kearifan lokal seperti acara Ngunjung Adat Situs Lawang Gede dan Situs Pangeran Pangeran Suryanegara,” ujar Sultan Sepuh Aloeda II Rahardjo Djali Kraton Kasepuhan.

Lebih lanjut, Sultan Sepuh Aloeda II Rahardjo Djali merasa bersyukur karena Cirebon mewarisi sikap optimistis dan pantang menyerah yang terbentuk dari tantangan alam dan kondisi geografis.

Sesepuh Mertasinga, Pangeran Panji Jaya, mengatakan, ngunjung Mertasinga bisa dilakukan pada bulan Oktober setiap tahunnya, dan biasanya dilaksanakan pada Jumat Kliwon.

“Setelah itu, prosesi ngunjung dilanjutkan dengan menjemput Kuwu oleh pasukan yang berjumlah sekitar 20 orang, kemudian rombongan Kuwu ini datang ke situs Lawang gede untuk meminta restu dari leluhur,” katanya.

Setelah itu, pasukan beserta Kuwu dan perangkat desa dan masyarakat berkeliling desa dan berakhir nanti di Balong gede.

“Seperti biasanya ngunjung juga dimeriahkan dengan berbagai kesenian seperti wayang, sandiwara dan pagelaran lainnya dan ditutup dengan pengajian umum,” tutupnya.

Sementara itu, ketua panita Ngunjung, Andi Supriyadi, S.Pd.I menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang sudah turu melestarikan adat dan tradisi ini, dirinya berharap tradisi ini akan terus ada hingga akhir zaman. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.