Dikenal Sebagai Gunung Cangak, Sebaran Situs Makam Petilasan di Gunung Cakrabuana

oleh -131 views
Gunung Cakrabuana (1721 mdpl) menjadi batas Kab. Majalengka dgn Kab. Tasikmalaya dan Kab. Sumedang

CARUBAN NAGARI-Gunung Cakrabuana yang berada di utara Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat yang daerahnya berbatasan langsung dengan gunung itu, yakni Kabupaten Garut, Sumedang, Majalengka dan Ciamis.

Baca: Di Balik Kecelakaan Maut Tanjakan Cae Membentang di Punggung Gunung Cakrabuana, Warga: Lewat Jalur Ini Jangan Pakai Batik

Gunung Cakrabuana berada di ketinggian sekitar 1721 meter dari permukaan air laut ini selain memiliki keindahan alam juga banyak menyimpan sejarah perjalanan leluhur Urang Sunda. Pada masa lalu merupakan tapal batas antara Kerajaan Galuh dan Kerajaan Pakuan Pajajaran, ini terlihat pada situs tugu batu jejer yang berada di puncak Gunung. Saat ini tinggal menyisakan sedikit sekali batu batu yang ada atau bahkan sudah tidak nampak akibat tergerus air secara terus menerus atau mungkin karena faktor lain.

Baca: Tanjakan Cae Sumedang Mistis, Sejak Dulu Warga Jarang Lewat Saat Maghrib

Dulunya, gunung ini hanya dikenal sebagai Gunung Cangak. Namun demikian, sejak dulu menjadi tempat tinggal orang-orang berilmu, baik ilmu kewiraan, ilmu kebatinan, dan ilmu karuhun. Urang Sunda menganggap Gunung Cangak sebagai tempat keramat sebab di sana orang mendalami agama karuhun. Di wilayah Teja (Lemahputih) ada bekas tempat persemayaman tokoh amat terkenal dengan julukan Ki Jago. Di lereng timur ada Candi Batulawang, bekas para ahli agama Hindu bersemayam. Semakin ke atas, juga didapat petilasan bernama Situs Batucakra.

Situs tersebut riwayatnya Pangeran Walangsungsang, putra Sang Prabu Siliwangi dari Pajajaran, mengembara mencari ilmu kehidupan di wilayah Gunung Cangak. Di sana lama mempelajari ilmu spiritual. Dan karena pernah tersesat di sana, maka beliau membuat peta dengan goresan-goresan kuat di atas batu. Sebagian kalangan menyebut Pangeran Walangsungsang membuat goresan-goresan menyerupai Cakra. Sejak saat itu, Pangeran Walangsungsang dijuluki Cakrabuana dan gunung itu pun dikenal sebagai Gunung Cakrabuana hingga kini.

Sumber lain mengungkapkan bahwa seorang sesepuh di kampung Pangkalan Pagerageung, konon Gunung Cakrabuana merupakan tempat berkumpulnya para wali. Hal ini dibuktikan dengan adanya “kulah” atau genangan air yang entah dari mana sumbernya namun tidak pernah kering meskipun pada musim kemarau. Padahal “kulah” atau genangan air ini berada di tempat tertinggi di lokasi tersebut. Disebutkan “kulah” ini adalah tempat untuk mengambil air wudhu pada masa itu.

Berdasarkan sumber-sumber literasi makam dan petilasan di wilayah Gunung Cakrabuana,

  1. Ki Cakra atau Sanghyang Wenang Petilasannya di Puncak Gunung Cakrabuana
  2. Sanghyang Prabu Wirakancana makamnya di Puncak Gunung Kancana Cakrabuana.
  3. Eyang Prabuwisesa makamnya di Gunung Cakrabuana
  4. Sunan Cakrabuana (Pangeran Walangsungsang) patilasananya di Cakrabuana.
  5. Sunan Batara Seda atau Sangkala Wenang makamnya di sirah Cikareo Cakrabuana.
  6. Sunan Sang Malenglarang makamnya di Gunung sirah Cibobo Cakrabuana.
  7. Sanghyang Ratu Sri Lembuhejo petilasannya di gunung sirah Cialing Cakrabuana.
  8. Sunan Munding Darak Sangkana Carana petilasannya di Gunung sirah Cacaban Cakrabuana.
  9. Sunan Batara Kalanta makamnya di Gunung sirah Cihiku Gede Cakrabuana.
  10. Sunan Gagak Carambang makamnya di Gunung sirah Cikabeet Cakrabuana. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *