Di Balik Kecelakaan Maut Tanjakan Cae Membentang di Punggung Gunung Cakrabuana, Warga: Lewat Jalur Ini Jangan Pakai Batik

oleh -259 views
YouTube milik Deni Anggoleta

CARUBAN NAGARI-Setelah banyak korban berjatuhan di Turunan dan Tanjakan Cae mendadak menjadi sorotan masyarakat menyusul peristiwa kecelakaan bus Sri Padma Kencana yang  terjun ke jurang hingga menyebabkan 27  penumpangnya meninggal dunia.

Baca: Tanjakan Cae Sumedang Mistis, Sejak Dulu Warga Jarang Lewat Saat Maghrib

Dikutip dari laman korlantas.polri.go.id, sebanyak 27 daftar nama korban termasuk sopir meninggal dalam insiden tersebut.

Kapolres Sumedang, Ajun Komisaris Besar Prasetyo Robbyanto, mengatakan para penumpang adalah rombongan SMP IT Al Muaawanah, Cisalak, Kabupaten Subang. Seluruh korban sudah dievakuasi.

” Hasil identifikasi korban kecelakaan meninggal dunia di instalasi jenazah RSUD Sumedang bersama Unit Siaga Laka Lantas, Unit Siaga Inafis, dan tenaga medis RSUD Sumedang dengan hasil sebagai berikut korban meninggal dunia sampai saat ini 27 orang,” kata AKBP Prasetyo.

Seluruh korban dalam kecelakan itu sebanyak 66 orang. Dari jumlah tersebut, 38 korban mengalami luka-luka dan satu korban Meninggal masih diidentifikasi.

Sebelumnya, bus pariwisata Sri Padma membawa rombongan SMP IT Al Muaawanah masuk jurang di Jalan Raya Wado pada Rabu, 10 Maret 2021 pukul 18.30 WIB. Lokasi kejadian tepatnya di Tanjakan Cae, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi.

Bus berpelat nomor T 7591 TB tersebut melaju dari arah Garut menuju Sumedang. Di tengah jalan, bus kehilangan kendali hingga masuk jurang.

Insiden itu terjadi saat hujan lebat. Meski begitu, belum diketahui secara pasti penyebab kecelakaan tersebut.

Berikut daftar identitas korban yang meninggal dunia.

1. Jejen Juraejin (41) laki-laki pekerjaan sebagai guru.
2. Syarif Munawar (40) laki-laki pekerjaan guru.
3. Arifha Qurotta Aini (7) perempuan status pelajar.
4. Lidia (13) perempuan status pelajar.
5. Gea (4) perempuan.
6. Aan Sukaesih (41) perempuan.
7. Dinda Hani (15) perempuan status pelajar.
8. Gina Virginia (13) perempuan status pelajar.
9. Dinda Khoirunisa.
10. Windy Widya Ningsih (14) perempuan status pelajar.
11. Resa Siti Khoerunisa (13) perempuan status pelajar.
12. Tatang Hidayat (20) laki-laki status guru.
13. Sari Nurmala (28) status mahasiswa.
14. Dede Lili (46) laki-laki sebagai kernet bus.
15. Ade Ipah (50) perempuan status ibu rumah tangga.
16. Rukman (50) laki-laki pekerjaan wiraswasta.
17. Cahyati (14) perempuan status pelajar.
18. Entin Supriatin.
19. Octaviani perempuan status pelajar.
20. Yudi Awan (42) laki-laki pekerjaan sopir bus.
21. Amot (60) ibu rumah tangga.
22. Wardi (51) laki-laki pekerjaan PNS.
23. Ugi Zaenal laki-laki.
24. Riki Faisal Mubarok
25. Hana Nurazizah (26) pekerjaan guru.
26. Nenanh (38) perempuan.
27. Aan Anwar Sadad (38) laki-laki pekerjaan guru.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber dari warga masyarakat setempat. Turunan dan Tanjakan Cae di Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, tempat dimana peristiwa kecelakaan maut itu terjadi merupakan bagian dari jalur alternatif Malangbong-Sumedang yang membentang di punggung Gunung Cakrabuana.

Hingga kini, Turunan Cae yang membentang sepanjang dua kilometer dan membentang di tiga wilayah desa, yakni Desa Cikareo Selatan, Desa Sukajadi, dan Desa Cilengkrang ini memang dikenal rawan kecelakaan.

Jika  melintasi dari arah Malangbong maka  akan menemui Kawasan hutan dengan beberapa rumah dan setelah hampir 5 kilometer perjalanan memasuki turunan tajam yang sangat menikung dan berbelok, disini para para pengendara harus serba hati-hati di samping kiri akan menemukan jurang yang sangat curam.

Dikutip dari akun YouTube milik Deni Anggoleta diungkapkan Tanjakan Cae Wado Sumedang, Jawa Barat juga dinilai angker oleh warga setempat.

Dan semakin menambah keangkeran setelah adanya kecelakaan Setelah terjadinya Kecelakaan Maut Bus Sri Padma Kencana pada Hari Rabu 10 Maret 2021 di Tanjakan Cae yang memang sejak dulu terkenal angker. “Cerita sejak orang tua dulu kalau lewat tanjakan Cae Wado Sumedang jangan pas Maghrib. Karena angker. Ada juga yang bilang, kalau lewat tanjakan itu jangan pakai batik karena berbahaya,” tulis Deni. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.