Cerita Ki Buyut Nuralim Ketika Pindahkan Batu Banteng

oleh -229 views
Tanjakan batu babi di jalan raya Cirebon Kuningan. Foto: BRD/Radar Cirebon

TENTU masih ingat pekabaran tutur Legenda Batu Babi di Tanjakan Beber batu persis di tanjakan Beber tersebut memang sekilas mirip kepala babi, meski ada juga yang menyebut mirip banteng, tergantung dari sudut pandang yang melihat.

Tim carubannagari.radarcirebon.com mencoba menelusuri budaya tutur setempat.

Saat itu, Kesultanan Cirebon dimasa kepemimpinan Sunan Gunung Jati mengutus mengutus dua ulama. Syech Jagasara dan Syech Jagasari untuk menyebarkan agama Islam di wilayah Selatan.

Islam belum banyak dikenal oleh masyarakat wilayah Selatan. Sech Jagasara dan Syech Jagasari membuka lahan untuk tempat bermukim dan bercocok tanam atau bahasa lokal Sunda dikenal ngabebera atau ngababak-babak.


Semakin hari pengikut Syech Jagasara dan Syech Jagasari semakin bertambah sehingga dibuatlah padepokan atau padukuhan. Para pengikutnya merasa kesulitan apa nama sebutan padukuhan
tersebut. Akhirnya, kedua ulama bersaudara ini memberi nama Padukuhan Beber. Diambil dari kata ngabebera atau ngababak-babak yang artinya pembaharuan.

Selang beberapa tahun kemudian Syech Jagasara dan Syech Jagasari wafat dan dimakamkan di wilayah Parungpung sebelah barat Desa Beber.

Kepemimpinan Padukuhan selanjutnya adalah seorang ulama, Ki Buyut Nuralim yang terkenal dengan kearifan dengan ilmunya yang sangat dalam.

Syahdan, batu yang menyerupai banteng dan menutup jalan yang saat itu telah ramai digunakan penduduk menuju ke Kuningan. Ki Buyut Nuralim memindahkan batu tersebut ke sebelah Barat dikenal dengan nama jalan Batu Banteng.

Dalam riwayat tutur selanjutnya, Ki Buyut Nuralim mengumpulkan ulama dan tokoh masyarakat Desa Beber untuk merumuskan penyebaran agama Islam dan dibentuklah enam wilayah pengembangan dakwahnya.

  1. Blok Pangasinan yang di pimpin oleh Kyai Ismail.
  2. Blok Rancapacing yang di pimpin oleh Kyai Emen.
  3. Blok Cela yang di pimpin oleh Kyai Abdul Kohar.
  4. Blok Karang anyar yang di pimpin oleh Kyai Mansyur.
  5. Blok Dukuh yang di pimpin oleh Kyai Ahyad.
  6. Blok Cisereh yang di pimpin oleh Kyai Karim.

Setelah Ki Buyut Nuralim wafat Desa Beber dipimpin seorang Kuwu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.