Berburu Freemason di Kota Wali Cirebon (Bagian Kesatu)

oleh -58 views

TENTU, masyarakat Cirebon ingat soal penemuan keramik bersimbol Freemasonry pada makam Sunan Gunung Jati.

Sebagai sebuah gerakan yang menentang doktrin keagamaan, Freemasonry seringkali berkonfrontasi dengan kelompok-kelompok agama namun simbol Freemasonry ditemukan di makam tokoh besar penyebar Islam yang berada di Cirebon, kota para wali.

carubannagari.radarcirebon.com mencoba menelusuri kajian historis untuk mengetahui perkembangan Freemasonry sebagai organisasi rahasia pada masa Hindia Belanda dan bagaimana gerakan tersebut diorganisasikan sampai ke seluruh kota-kota yang dikuasai Belanda dan diharapkan membendung potensi perlawanan dari pusat penyebaran Islam tertua di Jawa yaitu Cirebon.

Freemasonry atau disebut Vrijmetselarij dalam bahasa Belanda, adalah perkumpulan rahasia yang kontroversial, didirikan tahun 1717 dan menyebar ke Belanda tahun 1756. Penelitian Th. Stevens dan Hylkema, menunjukkan bahwa di Hindia Belanda, Freemasonry telah berdiri sejak 1767 dan pernah memiliki 25 loji dengan 1.500 anggota, namun belum membahas perkembangannya di Cirebon.

Namun, ditemukan Freemasonry memiliki cabang dengan nama Vrijmetselaar-Kring Cheribon yang didirikan orang-orang Belanda tahun 1920. Pada perkembangan selanjutnya, terdapat Freemason yang berasal dari elit bumiputera adalah Bupati Cirebon tahun 1920-1927, R.M.A. Pandji Ariodinoto. Hal ini menandakan Freemasonry memiliki peranan penting yang secara struktural tidak terikat, bahkan memiliki jaringan di Kota Wali.

Keramik dengan simbol Freemasonry berada di depan Mande Budi Jajar setelah masuk melalui pintu gerbang Gapura Kulon. Kompleks Astana Gunung Jati memiliki sembilan gerbang sehingga disebut Lawang Sanga, yaitu Gapura Kulon, Krapyak, Pesujudan, Ratnakomala, Jinem, Rararongga, Kaca, Bacem, dan Teratai.

Mande Budi Jajar disebut juga Mande Pajajaran dengan tahun candra sangkala Tunggal Boya Hawarna Tunggal yang diperkirakan dibangun tahun Saka 1401 dan didirikan sebagai simbol legitimasi Pangeran Cakrabuana (Walangsungsang) dari Pajajaran sebagai Bupati Cirebon yang berada di bawah kekuasaan Prabu Siliwangi.

Jika merujuk pada tahun saka 1401 maka Mande Budi Jajar dibangun pada tahun 1479 Masehi yang artinya memiliki jarak 238 tahun sebelum Freemasonry didirikan di London. Hal tersebut menjelaskan kesimpulan bahwa gerbang kecil yang berada dekat Mande Budi Jajar dibangun jauh setelah bangunan dengan motif kayu ukiran Cirebon ini didirikan.

Perlu diketahui, Bataviaasch Genootschap, sebuah organisasi pelestarian kebudayaan yang dibentuk oleh Freemasonry di Hindia Belanda, pernah melaporkan bahwa pada tahun 1934 pernah dilakukan perekaman dan pencatatan oleh dinas arkeologi terhadap bangunan di Cirebon yaitu Bale Mangoe Astana Gunung Jati.

(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.