Berburu Freemason di Kota Wali Cirebon (Bagian Kedua)

oleh -24 views
Loji Humanitas di Tegal merupakan cikal bakal berdirinya Kring Freemasonry Cirebon. (Dok. De Ster in het Oosten, Weltevreden, “La Constante et Fidele”, Semarang, “De Vriendschap,” 1917)

MERUJUK Jurnal AGASTYA Vol 10 No 2 JULI 2020, catatan paling awal soal
keberadaan Freemasonry di Cirebon dapat dimulai dari pendirian loji Humanitas di Tegal sebagai loji paling dekat dengan Cirebon dengan jarak sekitar 45 mil. Pendirinya menurut majalah L’union Fraternelle; Weekblad Voor Vrijmetselaars adalah van Olden, Slingerlandt dan Hesselberg dikutip dari L’union fraternelle; weekblad voor vrijmetselaars, jrg 8, 1898, no 29, 16- 07-1898, 1898.

Buku kenangan Freemasonry di Hindia Belanda, menyebutkan para pendiri lebih lengkap yaitu Mr. Vr. M. R. H. van Olden, J. B. G. van Slingerlandt, F. G. Voorbij, H. ‘t Hoen, C. van Eek, J. E. van der Linden dan J. Th. Hesselberg yang diprakarsai pada 21 April 1897 dikutip dari “De Ster in het Oosten”, Weltevreden, “La Constante et Fidele”, Semarang, “De Vriendschap,” 1917.

van Olden tercatat memiliki tempat tinggal di dekat residen Cirebon dikutip dari Indisch maçonniek tijdschrift, jrg 2, 1896-1897, 1897. Beberapa bulan selanjutnya yaitu November 1898 diadakan pertemuan di loji Humanitas yang diprakarsai oleh Freemason dari Tegal dan Cirebon, dengan panitianya adalah H. J. W. van Lawick van Pabst, W. Buurman van Vreeden, A. G. Lamminga, G. W. S. van Hasselt dikutip dari L’union fraternelle; weekblad voor vrijmetselaars, jrg 9, 1899, no 15, 08-04-1899, 1899).

Adapun struktur kepengurusan selanjutnya adalah G. J. P. Vallete, R. H. van Olden, G. A. Malga, F. G. A. Akker, G. W. S. van Hasselt, A. Bochardt dikutip L’union fraternelle; weekblad voor vrijmetselaars, jrg 9, 1899, no 15, 08-04-1899, 1899.

Akker merupakan Freemason yang bermukim di Cirebon dengan pekerjaan sebagai penerima bea masuk, ekspor dan bea cukai sejak 1895 dikutip dari De locomotief : Samarangsch handels- en advertentie-blad; 10 sep 1895 – Art. 37, 1895.

(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.