Awal Mula Heboh Warga Tuban Mendadak Kaya, dari Uang Rp17 Miliar sisa Rp50 Juta

oleh -335.906 views
Foto: JTV Bojonegoro

CARUBAN NAGARI-Sebelumnya, Desa Sumurgeneng, Tuban ini tak ubahnya seperti desa biasa pada umumnya, Bun. Menariknya, Desa Sumurgeneng termasuk yang padat penduduk, yang mana mayoritas warganya bekerja sebagai petani, wiraswasta hingga industri sekitar seperti Pertamina dan lainnya.

Baca: Heboh Warga Borong 176 Mobil Baru, Tuban Diguncang Gempa

Selain itu, Desa Sumurgeneng juga memiliki sejumlah objek wisata yang populer di kalangan traveler setempat. Diantaranya seperti Pantai Remen Tuban hingga Vihara Kwan Sing Bio.

Bagi yang belum tahu, Tuban merupakan salah satu kabupaten berada di pantai Utara Jawa atau Pantura. Lokasinya bertetangga dengan Rembang, Lamongan dan Bojonegoro.

Untuk mencapai Tuban, bisa memanfaatkan jalan tol Trans Jawa atau naik bus. Total perjalanan via darat sekitar 10 jam dari Jakarta. Namun, ini bisa dicapai lebih cepat jika menggunakan pesawat dengan rute Surabaya dan dilanjutkan via jalur darat.

Sementara itu, seiring dengan pemberitaan yang beredar, kondisi terkini Desa Tuban terlihat kosong melompong, Bunda. Warga desa diketahui menolak untuk bertemu dengan wartawan media.

Dengan pemberitaan tersebut, desa mereka banyak didatangi oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Menurut informasi, oknum-oknum tersebut mengunjungi tiap rumah untuk meminta uang sumbangan.

Salah satu pasangan yang mendapat ‘uang kaget’ sebesar Rp17 miliar, Ali Sutrisno dan Siti Nurul kini tinggal memiliki uang sekitar Rp50 juta.

“Karena yang dapat banyak itu Pak Ali, itu kayaknya dapat Rp17 miliar kalau tidak salah, kemarin diwawancarai lagi sisa Rp50 juta,” kata kontributor Insert, dikutip dari InsertLive, Selasa (6/4).

Lebih lanjut, warga desa miliarder itu pun merasa tak nyaman dengan pemberitaan tentang desanya. Saat ini, hanya terlihat tumpukan kerikil dan pasir yang ada di depan rumah warga.

Tumpukan kerikil hingga pasir itu digunakan sebagai bahan untuk membangun rumah para warga. Begitu pula dengan mobil-mobil mewah yang dibeli tampak terparkir di dalam rumah warga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.