Ahli Waris Sultan Sepuh XI akan Lakukan Eksekusi

oleh -16 views
Kuasa Hukum Ahli Waris Sultan Sepuh XI, Erdi Soemantri, SH

POLEMIK ahli waris Sultan Sepuh XI Keluarga Rahardjo Djali yang merupakan keturunan Sultan Sepuh XI Keraton Kasepuhan Raja Jamaludin Aluda Tajul Arifin memasuki babak kedua.

Sengketa tanah antara ahli waris Sultan Sepuh XI dengan Keraton Kasepuhan sudah mencapai putusan dan akan dieksekusi oleh ahli waris Sultan Sepuh XI dalam waktu dekat.

Eksekusi tanah ini dilakukan karena pihak ahli waris Sultan Sepuh XI sudah memiliki salinan putusan Pengadilan Negeri (PN) Kota Cirebon dengan nomor perkara 82/1958/pn.tjn jo no 279/1963/pt.pdt jo 350k/sip/1964. Demikian diungkapkan oleh kuasa hukum ahli waris Sultan Sepuh XI Erdi Soemantri. 


“Salinan putusan ini yang menjadi pintu masuk dari polemik yang selama ini ada di Kraton Kasepuhan,” ujarnya, Sabtu (12/12).


Selain itu di dalam salinan putusan tersebut Majelis Hakim sudah mengadili dan menolak forum previlegiatum yang diajukan oleh tergugat yang dahulu adalah Alexander Radja Radjaningrat. 


“Alexander harus memberikan harta peninggalan ahli waris Sultan Sepuh XI selain itu diperintahkan termohon untuk menyerahkan apa yang menjadi hak ahli waris Sultan Sepuh XI,” ungkap Erdi.


Lebih lanjut, kuasa hukum ahli waris Sultan Sepuh XI Erdi menjelaskan pada hari Jum’at(11/12) lalu pihaknya bertemu dengan kuasa hukum dari pihak Luqman Zulqaedin melalui proses aanmaning yang dilakukan di Pengadilan Negeri Kota Cirebon. 


“Dalam proses aanmaning itu saya hanya mempertanyakan legal standing daripada Luqman Zulqaedin dan kuasa hukumnya terkait ahli waris termohon atau tidak, mereka tidak bisa menunjukkan,”ungkapnya.


Berdasarkan surat keputusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Kota Cirebon pihak ahli waris Sultan Sepuh XI beserta kuasa hukumnya akan melakukan eksekusi real pada minggu depan. 


“Hasil aanmaning itu kita akan jadikan resume yang akan diserahkan kepada Ketua pengadilan untuk melakukan eksekusi pada objek tanah tersebut,” tegasnya.

Objek tanah yang disengketakan sendiri ada di beberapa titik di Kota dan Kabupaten Cirebon, diantaranya ada di daerah Pegambiran dan juga daerah Banjarwangunan. 


“Untuk objek tanah ada di beberapa titik yaitu di Pegambiran dan Banjarwangunan, untuk di Keraton Kasepuhan sendiri kita menunggu keputusan Ketua Pengadilan,” tandasnya.

Sementara itu Humas Pengadilan Negeri Kota Cirebon Asyrotun Mugiastuti mengatakan Proses aanmaning dilakukan sebagai upaya adanya perdamaian dari kedua belah pihak. 


“Memang kita sudah lakukan aanmaning dan pihak termohon sudah diberikan kesempatan selama 8 hari untuk melaksanakan putusan secara sukarela,”katanya.


Asyrotun mengungkapkan keputusan Pengadilan Negeri yang sudah dikeluarkan dengan nomor perkara 82/1958/pn.tjn jo no 279/1963/pt.pdt jo 350k/sip/1964 sudah dikuatkan oleh putusan kasasi. 


“Pihak tergugat harus melaksanakan point-point yang ada didalam putusan Pengadilan Negeri tersebut,” pungkasnya. (rdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.