50 Tahun Geger Kraton Kasepuhan Terulang Kembali

oleh -84 views

SIAPA yang tak mengenal Raden Rahardjo Djali, sosok yang menjadi perbincangan publik saat dinobatkan sebagai Polmah Kesultanan Kasepuhan Cirebon pada tanggal 6 Agustus 2020. Tudingan mengalir terhadap Rahardjo. Banyak yang tak percaya atas apa yang dilakukan Rahardjo. Fungsi polmah pun nampaknya tak berjalan. Hingga kini tak ada kelanjutannya.

Setelah tak ada kabar tentang kelanjutan polmah, Rahardjo muncul kembali dan mengungkapkan tentang fakta-fakta hukum terkait ahli waris yang sah atas penguasaan Kraton Kasepuhan Cirebon.

Bersama Harian Rakyat Cirebon (Radar Cirebon Group), Kuasa hukum Rahardjo, Erdi Soemantri mengatakan babak awal sengketa penolakan itu dimulai sejak 1958. Saat itu, enam keturunan Sultan Sepuh XI menolak jabatan Sultan XII yang diserahkan kepada Alexander Radja Radjaningrat. Ada enam nama yang menggugat Alexander. Dua di antaranya yakni Ratu Mas Shopie Djohariah dan Ratu Mas Dolly Manawijah. Keduanya anak dari Sultan Sepuh XI saat menikahi Nji Mas Rukiah, yang wafat pada 1979.

Sekadar diketahui, Sultan Sepuh XI menikahi Nyi Mas Rukjah setelah istri pertamanya, yakni Raden Aju Radjapamerat wafat pada 1922.

Ratu Mas Dolly Manawijah dan Ratu Mas Shopie Djohariah menunjuk Erdi sebagai kuasa hukumnya untuk menyelesaikan sengketa tersebut, tepatnya pada 2001.

“Mereka (Ratu Mas Shopie dan Dolly Manawijah) pihak yang berperkara langsung yang berhadapan di persidangan dengan Alexander Radja Radjaningrat,” kata Erdi saat berbincang dengan Harian Rakyat Cirebon (Radar Cirebon Group) sambal memperlihatkan setumpuk dokumen penting di Kawasan Kartini Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa (1/9/2020).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.