Kunjungi UGM, Sultan Sepuh Aloeda II Dorong Mahasiswa Ciptakan UMKM yang Terdigitalisasi

oleh -30 views

CARUBAN NAGARI-Pandemi Covid-19 memberi dampak di hampir semua sektor, mulai dari kesehatan, ekonomi, pendidikan dan banyak lainnya. Di sektor ekonomi misalnya, dampak pandemi amat dirasakan oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Data dari Bank Indonesia menyebut, hingga Kuartal II Tahun 2021 sebanyak 87.5 persen UMKM terdampak pandemi Covid-19.

Dari jumlah tersebut, 93.2 persen di antaranya mengalami penurunan penjualan dan omzet yang cukup drastis.

Hasil survei Mandiri Institute pada Maret-April 2021 menunjukkan, sebanyak 7.1 persen pelaku UMKM di Indonesia berhenti beroperasi.

Faktor utamanya disinyalir karena masalah permodalan dan prospek usaha yang kurang diminati selama pandemi.

Terkait hal ini, Kasultanan Kasepuhan Cirebon Sultan Sepuh Aloeda II Rahardjo Djali Ak, M.Sc, CMA, CFA mendorong mahasiswa untuk dapat menciptakan peluang bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdigitalisasi. 

Hal ini dikemukakan saat memenuhi undangan Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan diterima KRT Widodo Condro Hadinagoro, S.T.P, M.Sc. Dia mengatakan kontribusi ekonomi kreatif Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) adalah yang terbesar ke-3 di dunia, setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan. 

Oleh karena itu, Sultan Sepuh Aloeda II mengajak masyarakat kampus untuk bisa memanfaatkan peluang tersebut dengan menciptakan peluang bisnis UMKM.

“Saya ingin mengajak masyarakat kampus untuk ikut ke dalam gerbong dalam menciptakan bisnis dan UMKM yang terdigitalisasi,” ujarnya, Sabtu 2 Oktober 2021.

Sultan Sepuh Aloeda II menjelaskan transformasi digital yang dilakukan oleh pelaku ekonomi kreatif dan UMKM dapat mencapai pasar dengan mudah dan efisien. Lebih lanjut, dia menjelaskan semakin banyak anak muda yang berkecimpung di dunia wirausaha, akan semakin banyak pula produktivitas yang dihasilkan sehingga berdampak pula pada meningkatnya perkembangan ekonomi nasional. 

“Ke depan anak-anak muda itu jangan lulus terus mencari kerja, mereka harus mulai memikirkan untuk menciptakan lapangan kerja. Bahwa 50 persen lebih dari lulusan universitas ingin membuka usaha sendiri,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.